header marita’s palace

7 Cara Mengembalikan Rasa Cinta yang Hilang Demi Langgengnya Pernikahan

Konten [Tampil]
7 cara mengembalikan rasa cinta yang hilang
Pernikahan disebut sebagai ibadah terlama. Sayangnya di tengah perjalanan seringkali rasa cinta di antara pasangan memudar karena berbagai macam alasan. Lalu bagaimana cara mengembalikan rasa cinta yang hilang tersebut?

Tentunya kita tak ingin membiarkan cinta yang hilang menjadi problema di dalam pernikahan bukan? Sayangnya banyak yang menganggap soalan ausnya cinta ini adalah hal wajar. “Namanya juga sudah tua,” dan alasan sejenis seringkali diutarakan.

Ya, memang sih cinta bukanlah satu-satunya alasan dalam pernikahan. Tetapi cinta adalah bumbu yang bisa membuat pernikahan tetap bergelora dan tumbuh berkembang. Hmm, tapi sebenarnya apa ya yang membuat rasa cinta bisa hilang?

Kenapa Rasa Cinta Bisa Hilang?

Sama halnya dengan iman, perasaan cinta pun tak abadi. Ada kalanya naik, ada kalanya turun. Jarang berada pada titik yang sama setiap harinya. Bahkan cinta yang stagnan saja bisa jadi terasa membosankan. Lantas apa sebenarnya yang membuat cinta memudar di antara pasangan suami istri?

1. Realitas dan Rutinitas Hidup

Pernikahan berbeda pada saat pacaran. Bukan lagi sekadar nongkrong dan ngobrol bareng, membicarakan yang indah-indah. Saat pernikahan, pasangan mau tak mau harus menghadapi realita bahwa ada cicilan ini dan itu yang kudu dibayar, tetangga yang kadang bikin senewen, atau kerabat yang julid nanyain kapan punya anak dan kapan si kakak dikasih adik lagi.

Sehari, sebulan, setahun mungkin semua masih bisa dijalani dengan senyuman. Namun lambut laun terkadang realita hidup terasa begitu berat dijalani. Belum lagi jika rutinitas membelenggu. Pernikahan pun berjalan secara autopilot. Selayaknya kehidupan pada umumnya. Tidak ada lagi percikan dan kejutan-kejutan sepetri zaman pacaran.

Suami sibuk dengan pekerjaannya demi tanggungjawabnya mencari nafkah. Istri sibuk dengan anak-anak dan urusan domestik. Saat waktu bertemu, hanya tinggal lelah yang tersisa.

2. Komunikasi yang Tidak Lancar

Ketika waktu bertemu dengan pasangan, hanya tinggal sisa tenaga. Akhirnya mau ngobrol pun nggak sempat. Atau karena sudah kelelahan, ngobrol serius sedikit, malah jadi saling berdebat dan ngotot-ngototan.

Akhirnya karena capek berkonflik, lebih memilih untuk saling diam tanpa sapa. Terlihat adem ayem di luar, tapi sebenarnya rapuh di dalam. Banyak kata yang tak keluar, banyak rasa yang tak tersampaikan.

3. Waktu Menghambarkan Rasa

Seiring waktu berjalan, ditambah tidak adanya waktu berduaan dan komunikasi pun buntu, lama-lama gelora di hati tak lagi terasa. Anyep. Pernikahan berjalan hanya berdasarkan tanggungjawab, bukan karena masing-masing masih saling membutuhkan satu sama lain.

4. Perubahan dalam Diri Pasangan

Pasangan yang berubah jadi cuek, kurang perhatian, suka marah-marah, tidak memperhatikan penampilan dan perubahan perilaku yang berbeda dari sebelumnya terkadang membuat kita jadi ilfeel. Tentu saja sebenarnya hal ini bisa saja dibicarakan baik-baik, tetapi kalau kondisinya ditambah poin kedua, bisa jadi semakin parah kan?

Atau jangan-jangan mulai muncul tanda suami tidak mencintai istri nih?

Rasa cinta yang memudar jika tak segera diatasi bisa menghadirkan masalah-masalah lanjutan. Tentu nggak mau kan hal itu terjadi? Makanya yuk mulai hadirkan kembali rasa cinta kepada pasangan!

Cara Mengembalikan Rasa Cinta yang Hilang, Yuk Coba 7 Hal Ini!

Tapi caranya gimana ya? Nih, aku sudah buat 7 daftar yang mungkin bisa membantu teman-teman kongkow yang sedang mengalami permasalahan kehilangan cinta ini.

1. Tulis Hal-hal Baik dari Pasangan

Jika rutinitas dan realitas hidup membuat kita jadi jarang mengapresiasi kebaikan pasangan, menganggap semua hal yang dilakukan pasangan adalah hal wajar sebagaimana suami/ istri seharusnya. Kini saatnya kita merenung sejenak, mencatat satu per satu kebaikan pasangan. Mulai dari hal-hal kecil hingga hal-hal besar.

Jujurlah pada diri sendiri, dan tuliskan sebanyak mungkin yang kita bisa. Jika terlampau sulit, mungkin kita perlu melakukan hal yang kedua.

2. Luangkan Waktu Berdua

Bisa jadi kita tak lagi mudah mengingat hal-hal baik dari pasangan, karena hubungan sudah terlampau garing. Kriuk-kriuk kaya kerupuk atau kaku kaya kanebo kering.

Lalu biasanya pakai alasan anak masih kecil-kecil, nggak bisa pergi cuma berdua saja. Nanti pas ngobrol pun yang diomongin juga soal anak-anak.

Bisa kok, kalau mau. Cobalah sesekali bawa anak-anak ke rumah eyang atau oma opanya, titip sejam aja, kita nongkrong bentar sama pasangan. Sambil gandengan tangan kaya zaman pacaran atau masa-masa pengantin baru. Insya Allah, greng lagi deh hatinya sama pasangan.

Agendakan setidaknya sebulan sekali untuk pergi berdua saja tanpa anak-anak. Jikalau benar-benar nggak bisa, setiap malam selalu sediakan waktu untuk duduk bareng berdua, meski hanya 15-30 menit. Biar nggak kaku, sambil ngopi atau ngemil.

3. Lakukan Kegiatan Bareng

Jika komunikasi sudah mulai terjalin lagi, yang biasanya beraktivitas sendiri-sendiri. Mulai deh lakukan kegiatan bareng, entah nyuci baju bareng, nonton drakor bareng, masak bareng. Pokoknya libatkan diri dengan kegiatan pasangan.

Usir jauh-jauh rasa malas dan malu. Demi bisa mencair dari kekakuan yang ada, saatnya meluruhkan ego dan temukan lagi kebahagiaan dalam kebersamaan bareng pasangan.

4. Pergi Berlibur Berdua

Jangan-jangan cinta memudar gara-gara pandemi ya? Saking di rumah keseringan, mungkin saat PPKM sudah nggak berlaku, bisa lah mlipir sejenak staycation berdua aja. Kalau nggak memungkinkan staycation berdua, rame-rame sama anak juga boleh. Tapi jangan lupa gandengan yaks… wkwk. Masa kalah sama truk gandeng.

5. Percikkan Kembali Gelora Asmara

Kapan terakhir saling memberikan ciuman hangat? Kapan terakhir kali berhubungan seksual yang benar-benar tulus? Bukan sekadar menuntaskan kewajiban?

Jika jawabannya sudah lama sekali. Mungkin ini saatnya memercikkan kembali gelora asmara. Salah satunya kalau buat para istri nih, nggak ada salahnya loh beli lingerie-lingerie cantik yang dijual di akun instagram @wifeonly.store.

Atau para suamik boleh lo istrinya dikasih kejutan. Pasti langsung bersemu merah kalau buka isinya ternyata sebuah lingerie yang desainnya selalu gemesin banget. Oya, selain lingerie, di Wifeonly juga tersedia parfum spesial yang bisa bikin hubungan suami istri mendekat lagi. Cuzz lah buktiin!

6. Temui Konselor

Jika 1-5 dicoba masih juga buntu, mungkin saatnya untuk bertemu konselor atau penasihat pernikahan. Pilih yang profesional atau orang yang dekat dengan kita dan pasangan, tapi bisa dipercaya dan mampu menjadi penengah.

Tak perlu malu, jika itu untuk kemaslahatan pernikahan ke depannya. Ingat lo, anak-anak mungkin diam, tapi mereka bisa merasakan ketika orangtuanya sudah tak lagi saling cinta.

7. Doa mengembalikan cinta yang hilang

At last but not least, panjatkan doa pada Yang Maha Kuasa agar berkenan untuk mengembalikan rasa cinta yang hilang dan menjaga pernikahan agar sehidup sesurga. Tidak ada doa khusus, kita bisa berdoa menggunakan bahasa sendiri.

Jadi, apakah 7 cara mengembalikan cinta yang hilang di atas cukup membantu, pals? Doaku semoga pernikahan teman-teman langgeng terus sehidup sesurga, sakinah mawaddah warohmah. Aamiin.
Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

Post a Comment