header marita’s palace

Kursus Online Gratis QuBisa, Rahasia Upskilling Diri Menjadi IRT Berdaya

Konten [Tampil]
kursus online gratis qubisa
Kursus online gratis semakin mudah ditemukan sejak pandemi hadir di negeri ini. Tidak lagi ada alasan bahwa kita nggak punya waktu meningkatkan kemampuan diri, atau kurangnya biaya. Sekarang semua jalan ada di tangan kita, tinggal mau atau nggak untuk ambil pilihan tersebut. Selama ada kuota dan kemauan, insya Allah belajar gak ribet lagi saat ini.

Belajar selalu identik dengan tujuan agar siap kerja atau bisa mendapatkan pekerjaan yang diimpikan. Tak sedikit dari para perempuan yang memilih menjadi seorang IRT (Ibu Rumah Tangga) masih beranggapan bahwa pilihan tersebut tidak membutuhkan bekal keilmuan. Aku dulunya termasuk yang mengira bahwa menjadi IRT adalah hal mudah.

Nyatanya ketika memutuskan resign dari kerja kantoran, aku kelabakan dengan segala urusan di balik profesi IRT. Sama halnya dengan jenis pekerjaan lain, jika ingin menjadi IRT yang profesional, kita pun membutuhkan ilmu dan skill yang mumpuni.

IRT, Apakah Sebuah Pekerjaan?

“Bekerja itu ya di kantor, kalau di rumah namanya nganggur.”
“Apa nggak sayang sama ijazahnya?”


Dua kalimat di atas dan teman-temannya kerap mewarnai hari-hari pertama saat aku memutuskan menjadi IRT secara full time. Saat itu banyak pertanyaan berkelebat di kepalaku. Salah satunya yaitu, kenapa jadi IRT dianggap pengangguran ya? Padahal kerjaan IRT tuh banyak banget, malah terasa nggak ada habisnya.

Lalu setelah merenung sekian lama, aku berhasil menarik sebuah kesimpulan. Bahwasanya IRT dianggap nggak bekerja karena nggak menghasilkan cuan. Padahal nih kalau ditilik dari arti kata pekerjaan menurut KBBI, dua di antaranya tidak mengacu pada penghasilan lo. Yuk, kita tengok!
semua ibu bekerja
Tuh kan, menelaah dari arti kata pekerjaan di atas, sebenarnya pekerjaan itu sesuatu yang berhubungan dengan perbuatan atau kegiatan. Artinya IRT pun sebuah pekerjaan dengan segudang aktivitas yang dilakukannya setiap hari.

Pemahamanku ini semakin dikuatkan dengan pernyataan yang kupelajari dari Ibu Septi Peni, founder komunitas Ibu Profesional, bahwasanya setiap ibu itu bekerja. Baik itu yang memilih ranah domestik ataupun ranah publik sebagai wilayah kerjanya.

Nah, karena IRT juga sebuah pekerjaan, tentunya juga butuh upskilling dan reskilling untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Saat pertama kali menjadi IRT, boro-boro paham tentang pengasuhan anak, manajemen dapur saja aku masih buta. Namun seiring berjalannya waktu, aku mulai belajar bahwa memilih IRT sebagai pekerjaan utama, artinya aku sedang digembleng untuk menjadi;
  • Manajer Keuangan, bukan hanya sebagai bendahara yang menerima keluar masuk uang, tetapi juga harus paham bagaimana mengelola keuangan agar bisa berinvestasi untuk masa depan keluarga yang lebih baik.
  • Manajer Pendidikan, bukan sekadar menjadi guru, tapi juga belajar tentang visi misi pengasuhan, menyusun kurikulum pendidikan setiap anak yang berbeda-beda, menemukan partner untuk mendidik anak yang tepat, dsb.
  • Manajer Urusan Umum, mengurusi segala macam terkait segala hal yang terjadi di rumah. Dari urusan dapur, kesehatan seluruh anggota keluarga, sampai beberes rumah.
  • Manajer HRD, saat harus mendelegasikan beberapa pekerjaan kepada orang lain, seorang IRT harus tahu bagaimana memilih tim yang tepat untuk mendukung kinerja dirinya.
  • Ambassador, diakui atau tidak seorang ibu dan istri tuh selalu dianggap sebagai cermin sebuah keluarga. Jadi teringat sebuah wejangan dari Pak Dodik Maryanto, suami dari Ibu Septi, “Bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu.” Maksudnya apa? Ketika seorang ibu telah memberikan yang terbaik untuk mengurusi keluarganya, tanpa dibuat-buat potensi dirinya akan keluar dengan optimal dan ia mampu memberikan kontribusi yang lebih besar lagi di masyarakat.
Nah, ketika urusan dalam dan luar rumah sudah berjalan dengan selaras, saat itulah seorang IRT telah mencapai titik BERDAYA. Untuk menuju titik tersebut, aku sudah pernah menuliskan tips menjadi IRT produktif dan berdaya. Salah satu tipsnya tentu saja dengan tidak berhenti belajar. Lewat kursus online gratis di aplikasi siap kerja, misalnya.

Manfaat Menjadi IRT Berdaya

Lalu apa sih untungnya menjadi IRT yang berdaya? Kenapa sih seorang ibu harus capek-capek belajar ini dan itu, padahal urusan rumah aja seabreg-abreg. Cuzz lihat dulu deh manfaatnya. Aku yakin kalau teman-teman kongkow sudah tahu manfaat tersebut, kalian akan terus semangat untuk meningkatkan kualitas diri, baik sebagai individu, istri ataupun seorang ibu.
upskilling dan reskilling ala IRT

1. Siap Menjadi Madrasah Utama bagi Anak-anaknya

Ibu adalah sosok yang senantiasa dilihat oleh anak-anaknya. Bagaimana tindak-tanduk kita, bagaimana cara kita bersikap, bagaimana kita mengontrol emosi, bagaimana kita mencari solusi dari sebuah masalah, bagaimana kita berucap adalah teladan bagi anak. Tentu ada bedanya kan seorang IRT yang punya bekal problem solving dengan yang tidak?
Kalau kata Abah Ihsan, selalu ada bedanya orang yang mau belajar dan tidak.

2. Tumbuh Menjadi Sosok yang Mandiri dan Berprestasi

Meski dinafkahi oleh suami, dan harus mendapatkan izin saat memutuskan sesuatu, bukan berarti seorang IRT nggak bisa tumbuh jadi sosok mandiri. Kita tetap bisa memiliki pemikiran dan menyampaikan sebuah solusi ketika keluarga mengalami sebuah masalah.

Memiliki prestasi bukan berarti harus menang lomba atau kompetisi. Berhasil mengeksekusi sebuah menu baru, konsisten dengan kandang waktu yang telah ditetapkan, dan belajar sebuah hal baru setiap hari adalah sebuah prestasi yang sering kita lupakan.

3. Memiliki Rasa Percaya Diri

Dengan mengenal dan menemukan potensi diri, kita bisa mengeluarkan kemampuan terbaik yang kita miliki. Hal tersebut tentu bisa meningkatkan rasa percaya diri. Nggak ada lagi kata insecure saat berjabat tangan dengan teman-teman sekolah, dan dengan bangga bisa mengatakan, “Aku bekerja di rumah menjadi IRT.

4. Mampu Menebar Manfaat Lebih Optimal

Saat kita telah memiliki kepercayaan terhadap diri sendiri, kita akan punya self love yang tinggi. Saat itulah kita bisa menebar cinta kasih dengan lebih optimal, mengurus keluarga dengan lebih baik, dan ujungnya bisa menebar manfaat di dalam masyarakat dengan maksimal.

Misal nih, awal belajar parenting dan psikologi hanya untuk diri sendiri. Setelah tahu bagaimana cara mengatasi inner child karena luka pengasuhan di masa kecil, kita belajar untuk menghindari toxic parenting. Setelah bisa mengaplikasikan di keluarga dan terlihat hasilnya, kita bisa membagikan hal tersebut kepada masyarakat sekitar.

5. Bisa Menjadi Teman Bertumbuh bagi Suami

Yang tak kalah penting, dengan memberdayakan diri sebagai seorang perempuan, sejatinya kita sedang memantaskan diri untuk menjadi teman bertumbuh bagi pasangan. Bukan sekadar menjadi kanca wingking, tetapi tumbuh menjadi teman diskusi, teman berdebat dan teman perjalanan yang menyenangkan bagi suami.

Sederhananya, suami ngobrol topik apapun, kita bisa nyambung. Beda ketika kita nggak mau menambah wawasan, suami pulang dengan tema obrolan yang rumit, kita hanya bisa melongo karena nggak paham.

Tuh nggak main-main kan manfaat menjadi IRT yang berdaya? Yakin masih nggak mau belajar dan meningkatkan kemampuan diri nih?

IRT Berdaya ala MomBlogger Cupu

Apakah aku sudah layak dianggap sebagai IRT berdaya? Aku belum berani menjawab ya. Aku merasa masih banyak hal yang harus kupelajari dan kuperbaiki untuk bisa benar-benar menjadi berdaya. Oleh karenanya saat ini aku sedang berproses dengan 5 hal di bawah:
belajar gak ribet ala IRT

1. Memaknai Pekerjaan dengan Tepat

Aku baru saja menyelesaikan sebuah kursus online yang berjudul “3 Prinsip dalam Bekerja untuk Menjadikan Bekerja Lebih Bermakna”. Dari materi tersebut aku belajar bahwa kita harus selalu memaknai ulang alasan kita bekerja. Bahwa sebenar-benarnya tujuan bekerja bukanlah sekadar untuk mencari penghasilan atau cuan. Namun lebih besar dari itu; untuk beribadah kepada Allah SWT.

Begitu juga dalam menjalani pekerjaan sebagai seorang Ibu Rumah Tangga, lelah batin dan fisik tidaklah akan ada nilainya ketika mampu menempatkan ridho Allah di atas segala-galanya. Ketika kita niatkan segala aktivitas bekerja sebagai bentuk ibadah kepada Allah, segalanya akan terasa lebih ringan dijalani. Insya Allah juga menjadi lebih berkah pula proses dan hasilnya.

2. Berpenampilan Lebih Baik

Selanjutnya yang sedang aku pelajari adalah bagaimana berpenampilan lebih baik walau hanya di rumah saja. Sesuai dengan materi yang kupelajari dalam “Grooming and Professionalism” bahwasanya cara berpakaian menunjukkan bagaimana performa kita. Tidak perlu memakai pakaian yang mahal dan branded, yang terpenting adalah tampil rapi dan sesuai tempatnya.

Kenapa banyak IRT sering merasa rendah diri? Karena mungkin sehari-hari mengenakan ‘pakaian kebesaran’ yang lusuh, dengan alasan adem dan nyaman dipakai. Sedang ada sebuah pepatah Jawa yang sangat terkenal menyatakan, ajining raga saka busana. Maksudnya kekuatan badan ada pada pakaiannya.

Dalam sebuah sesi belajar bersama Ibu Profesional, aku pernah mendengar cerita bagaimana bu Septi dalam keseharian tetap mengenakan blazer dan pakaian yang layak saat mengerjakan pekerjaan utamanya sebagai seorang IRT. Menggunakan pakaian yang berbeda bisa menaikkan level profesionalisme dalam menjalaninya, coba aja deh.

3. Belajar Menjadi Pembicara Handal

Tak kalah penting lainnya adalah belajar menjadi pembicara handal. Apa pentingnya IRT belajar public speaking? Oh penting sekali. Bukankah berbicara adalah skill utama dalam kehidupan sehari-hari? Saat sedang ngobrol dengan pasangan, saat sedang berbicara hati ke hati dengan anak, bahkan saat sedang bernegosiasi dengan tukang sayur pun kita butuh kemampuan bicara yang baik.

Jadi ada banyak alasan bahwa seorang IRT tetap butuh belajar public speaking. Dengan mengikuti kursus online gratis “Tips Sukses Menjadi Pembicara Handal”, aku mendapat banyak insight tentang jenis-jenis filler words, solusi untuk mengatasi filler words, kekuatan artikulasi, kekuatan intonasi, kombinasi power, volume suara dan pernafasan serta bagaimana mengatasi grogi ketika bicara di depan umum.

Iya lo, kalau nggak dilatih, memperkenalkan diri saat acara family gathering di sekolah anak aja bisa deg-deg ser banget lo.

4. Menjadi Inovatif

Rumah sebagai tempat kerja IRT selalu penuh masalah. Dari kecil sampai besar ada semua, tinggal bagaimana kita memandang dan menyikapinya. Seorang ibu harus senantiasa bertumbuh menjadi seorang innovator dan problem solver yang baik. Bagaimana mengolaborasikan potensi diri untuk menemukan solusi paling tepat dalam setiap permasalahan yang dihadapi.

Beruntung aku menemukan sebuah materi kece berjudul “Menjadi Personal yang Inovatif di Berbagai Bidang” dan “Meningkatkan Kemampuan Problem Solving dengan Konsep 3K”. Teman-teman kongkow juga harus menyimak sih dua materi ini, insightful dan penuh pencerahan. Bikin semakin semangat menjalani peran sebagai seorang IRT dengan sebaik-baiknya.

5. Memiliki Personal Branding yang Kuat

At last but not least, sebagai seorang IRT kita juga perlu membangun personal branding. Sering nggak sih ketika sudah menikah kita lebih dikenal sebagai istri Pak A atau ibu si B? Padahal kita punya nama sendiri.

Tidak masalah masih dipanggil dengan istri Pak A, ibu si B, tapi orang-orang juga mengenal diri kita sebagai individu secara baik. Bahwa di balik peran kita sebagai seorang istri dan ibu, kita adalah sosok perempuan yang merdeka belajar dan berkarya menuju peran yang semakin berdaya dan memberdayakan.

Untuk itu kita perlu menemukan dan menampilkan ‘nilai jual’ apa yang ada di dalam diri. Begitulah sekilas isi materi cara meningkatkan personal branding. Cuzz lah kalian yang masih bingung bagaimana menemukan ‘nilai jual’ terkait cara meningkatkan personal branding, kepoin deh kursus online “Personal Branding” yang disajikan leh Bayu Setiaji.

Tahu nggak kalau semua hal di atas kupelajari lewat sebuah aplikasi siap kerja yang di dalamnya banyak memuat kursus online gratis dengan beragam tema? Penasaran nggak nih sama nama aplikasinya?

Review Jujur Pengalaman Mengikuti Kursus Online Gratis QuBisa

Yess, bener banget. Aplikasi siap kerja yang kumaksud adalah QuBisa. Aku mengenal platform ini sejak awal tahun 2021. Saat itu aku baru tahu website-nya saja. Senang sekali saat tahu ternyata kini sudah tersedia dalam bentuk aplikasi.

Buat teman-teman kongkow yang selama ini kesulitan menemukan cara belajar efektif di sela-sela rutinitas sebagai seorang IRT, cuzz deh cobain aplikasi belajar online yang satu ini. Aku bakal share pengalamanku selama menggunakannya ya.

1. Aplikasinya User Friendly

Paham banget deh yang namanya emak-emak tuh butuh aplikasi yang bisa membantu belajar gak ribet. Yang tampilannya mudah diakses dan digunakan. Nggak terlalu ada banyak menu dan langsung paham sekali buka.
aplikasi belajar online Qubisa
Dalam aplikasi QuBisa hanya ada 4 menu utama; Home, Search, KursusQu dan Lainnya. Menu Home alias Beranda memuat informasi-informasi penting, semua jenis kursus dan webinar populer ditampilkan di menu ini. Jika kalian ingin mencari kursus online gratis ataupun webinar lainnya, cuzz beralih ke menu Search. Ketik saja kata kunci yang ingin dicari.

Sementara di menu KursusQu akan tampil jenis-jenis kursus apa saja yang sudah kita ambil. Kita bisa menonton ulang video-videonya dan memantau progress belajar. Sedangkan menu Lainnya adalah informasi akun dan hal-hal lain terkait QuBisa.

2. Pilihan Tema Beragam

Menariknya tema-tema kursus dan webinar yang disajikan di QuBisa ini sangat beragam, dari komunikasi, home business, kesehatan, personal development sampai IT ada semua. Untuk memudahkan pencarian, kita bisa melakukan filtering. Kita bisa pilih jenis kategori, tipe dan peringkat ulasannya.

3. Durasi Video Pas

Memiliki 100+ instruktur/ pengajar, 100+ webinar berkualitas, dan 500+ kursus terbaik, QuBisa yang punya taglline “Aku Bisa, Kamu Bisa” ini menurutku sangat pas dalam menyiapkan durasi video-videonya. Tahu sendiri kan fokus konsentrasi manusia tuh seberapa sih?

Apalagi buat emak-emak yang kadang belajar disambi menyelesaikan setrikaan atau makan siang. Durasi video yang nggak terlalu panjang dan dibagi menjadi beberapa seri ini benar-benar cara belajar efektif.

Kita juga bisa belajar sesuai kecepatan diri sendiri. Jika hari ini belum bisa lanjut ke seri berikutnya, ya nggak masalah. Stop dulu aja. Bisa dilanjut saat sudah siap menyimak dengan lebih fokus.

Oh ya, serunya lagi, ada banyak video kursus yang gratis. Jadi buat teman-teman kongkow yang demen gratisan, QuBisa bener-bener cocok deh.
fitur qubisa meningkatkan kemampuan

4. Bisa Diakses Kapan dan Di Mana Saja

Karena berbenntuk aplikasi, kita jadi lebih mudah mengakses QuBisa dari mana dan kapan saja. Berhubung sekarang anak-anak sudah mulai sekolah, kita bisa tuh menyimak video kursus online sembari menunggu anak keluar dari kelasnya. Lumayan kan, daripada ghibah mending belajar, lebih bermanfaat membantu kita meningkatkan kemampuan diri.

5. Tersedia Banyak Artikel Berkualitas

Nggak cuma disediakan video materi yang pemaparannya menarik, di aplikasi ini kita juga bisa membaca banyak artikel berkualitas. Ditulis oleh para pakar dan ahli di bidangnya. Jadi sambil nungguin mesin cuci giling pakaian, bisa tuh kita selancar dari satu artikel ke artikel lainnya. Alhamdulillah ya otak jadi dapat asupan bergizi. Jangan diisi sama gosip lambe-lambean melulu lah otaknya, wkwk.

6. Bisa Mendapat Sertifikat

Buat kalian yang masih demen mengumpulkan sertifikat, kursus online di QuBisa juga menyediakan kok. Jadi yang butuh banyak sertifikat sebagai portfolio melamar kerja atau proyek tertentu, cuzz temukan saja jenis kursus yang ada label sertifikatnya.

7. Banyak Challenge Menarik

Hal seru lainnya dari QuBisa adalah banyak challenge menarik. Pertama, ada Liga PoinQu. Caranya yaitu kumpulkan poin sebanyak-banyaknya dengan sering-sering menggunakan aplikasi QuBisa. Semakin banyak poin yang kita kumpulkan, semakin besar kesempatan kita memenangkan banyak hadiah. Salah satu hadiahnya smartphone lo, pals. Nggak pengen nih?
aplikasi siap kerja Qubisa
Challenge berikutnya yang nggak kalah menarik, saat ini QuBisa juga sedang mengadakan Kompetisi Blog yang berlangsung sampai 10 Desember 2021. Masih panjang waktunya, jangan sampai ketinggalan nih. Hadiah untuk pemenang pertama sebesar 3juta rupiah lo.

Buat yang lebih suka bersuara daripada merangkai kata, masih ada challenge ketiga yang nggak kalah seru. Apa lagi kalau bukan Kompetisi Voice Over dari QuBisa. Waktunya untuk challenge ketiga ini masih kurang beberapa hari lagi, pals. Yang mau ikutan, buruan rekam suaranya, ditunggu sampai 23 Oktober 2021 saja lo.

Terus gimana biar bisa merasakan manfaat dan ikut challenge menarik dari QuBisa? Unduh dulu gih, nggak pakai nanti dan tapi, hehe.

Siapa Saja yang Bisa Menggunakan QuBisa?

Apakah QuBisa hanya cocok untuk ibu yang sedang berproses untuk menjadi IRT berdaya? Tentu tidak dong. Yuk, kita pretelin satu per satu yang bisa memanfaatkan aplikasi belajar online ini:

1. Siswa

Buat para orang tua yang mungkin bingung bagaimana sih cara belajar efektif buat anak-anaknya, cuzz deh ajak anak belajar dengan QuBisa. Meski tujuan utama dari aplikasi belajar online yang satu ini memang untuk mempersiapkan lulusan siap kerja, ada banyak materi-materi pelajaran yang bisa diakses oleh para siswa kok.

Beberapa contoh materi yang sempat kutemukan, antara lain; belajar tentang Present Continuous Tense, Simple Present Tense dan Simple Past Tense. 3 materi bahasa Inggris sederhana itu kayanya mudah ya? Tapi kalau yang menyampaikan materi nggak asyik, banyak murid yang semakin bingung mengaplikasikan polanya dalam keseharian. Untung aja di QuBisa, video belajarnya menarik banget. Pasti siswa sekolah demen deh belajar pakai aplikasi ini.

2. Mahasiswa

Cocok buat para mahasiswa yang pengen belajar gak ribet. Sambil rebahan tetap bisa mendapat ilmu bermanfaat, kapan lagi kan? Selain itu, aplikasi siap kerja ini menyediakan banyak materi yang bakal meningkatkan soft skill dari mahasiswa.

Untuk masuk ke dunia kerja kan nggak bisa hanya mengandalkan IPK to? Perusahaan juga perlu tahu bagaimana karakter dan keinginan diri dalam mengembangkan kemampuan. So, jangan siakan waktu untuk berleha-leha. Mumpung masih muda belajar semua hal yang berguna buat masa depan kuy.
qubisa meningkatkan kemampuan IRT

3. Karyawan

Meski sudah punya pekerjaan, jangan terus merasa di atas angin. Bersyukur tentu saja, karena di luar sana masih banyak sekali orang yang nggak memiliki pekerjaan. Namun bukan berarti kita harus diam di tempat.

Meningkatkan kemampuan sebagai seorang karyawan pastinya punya banyak manfaat kan? Sesaat sebelum menulis artikel ini, aku nggak sengaja menemukan sebuah video di Instagram. Aku lupa tepatnya gimana, tapi di situ si narasumber video menyatakan, “Dulu setiap aku kerja, meski aku hanya digaji 5 juta, aku selalu menunjukkan hasil kerja yang bernilai 10 juta. Aku terus melakukan itu biar bosku merasa sungkan untuk memberiku gaji 5 juta. Prinsip itu juga yang membuatku terus berkembang setiap harinya.

Gimana mantap banget nggak kata-kata tersebut? Ada yang bisa dapat insight dari situ?

4. Freelancers & Wirausahawan

Begitu juga dengan para pekerja lepas atau pemilik usaha sendiri. Pastinya semakin perlu untuk belajar hal-hal baru agar usaha dan profesi yang dijalani semakin meningkat dan nggak stagnan. QuBisa menyajikan banyak tema materi yang sesuai dengan profesi dan minat setiap individu, cuzz pilih saja yang gue banget.

5. Kamu

Ya, kamu yang selalu pengen upskilling dan reskilling diri. Yang selalu haus belajar dan selalu merasa butuh untuk meningkatkan kemampuan lebih baik lagi dari sebelumnya. QuBisa hadir untuk kamu semuanya!

Bagaimana Cara Menggunakan Aplikasi Belajar Online QuBisa?

Tibalah di bagian akhir dari artikel ini. Setelah panjang lebar kuceritakan tentang pentingnya seorang IRT Berdaya dan apa saja yang harus disiapkan agar menjadi IRT Berdaya, hingga menemukan sebuah aplikasi siap kerja yang memuat banyak materi kursus online gratis. Tentunya yang jadi pertanyaan dari tadi, gimana sih cara pakainya?

Sini-sini, buat yang udah nggak sabar pengen pakai QuBisa, simak baik-baik ya 4 langkah ini:
cara belajar efektif bersama Qubisa

1. Unduh Aplikasi di Play Store/ App Store

QuBisa sudah tersedia di Play Store dan App Store, tinggal sesuaikan saja dengan gadget yang kalian gunakan ya. Cuzz lah unduh dulu.

2. Install Aplikasi

Kalau sudah diunduh gimana? Ya diinstal dong kakak. Tunggu sampai QuBisa terpasang dengan sempurna di gadget teman-teman kongkow. Kalau udah, yuk ke langkah berikutnya.

3. Lakukan Registrasi

Sebagaimana umumnya aplikasi lain, registrasi dulu dong. Buat yang udah pernah registrasi di websitenya, bisa pakai username dan password tersebut. Jika belum, daftar baru aja. Bisa pakai akun Google juga lo buat registrasi. Pilih aja mana yang termudah dan ternyaman buat kalian ya, pals.

4. Selamat Datang di QuBisa

Nggak pakai lama, aplikasi QuBisa sudah bisa digunakan deh. Asyik kan? Saatnya searching jenis kursus, webinar ataupun microlearning yang kalian butuhkan.

Oh ya, saat kita udah berhasil install dan registrasi, secara otomatis kita langsung dapat 2000 poin lo. Mayan kan? Mau nambah poin? Langsung aja pilih video kursus yang cocok, daftar dan simak videonya sampai selesai. Setiap kursus punya nilai poin yang berbeda-beda. Makin banyak kursus yang kita ikuti, tambah cepat poin kita meningkat.

So, kapan lagi belajar gak ribet lewat kursus online gratis QuBisa dan punya kesempatan untuk mendapatkan smartphone? Mana caranya asyik banget lagi, cuma rajin-rajin belajar aja. Selamat bertumbuh menjadi IRT Berdaya, pals! Happy upskilling dan reskilling yaks!
Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

63 comments

  1. Kenyang deh rasanya, setelah resign dan memutuskan jadi ibu rumah tangga tapi malah dinyinyirin. Dianggap IRT itu ngga kerja, ngga bisa menghasilkan cuan. Oh nooo! Untung ada aplikasi QuBisa yah mba, IRT pun siap upskilling dan reskilling. Bisa belajar apa saja cukup dari rumah dan tetep bisa produktif.

    ReplyDelete
  2. Anakku yang kuliah wajib baca ini. Sebagai persiapan untuk menghadapi dunia kerja nantinya. Menambah skill bisa dgn Qubisa jadi lebih mudah

    ReplyDelete
  3. Mantap nih, sang ibu profesional. Jadinya udah ambil kursus yang mana di QuBisa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh, iya. Soal makna pekerjaan, ya. Keren!

      Delete
  4. Jadi IRT itu memang mudah kok, Mbak. Mudah emosi, mudah stres, mudah capek karena jam kerjanya puanjaaang dengan job desc segala macam :D

    Terus terang sih, aku terbantu banget dengan aplikasi-aplikasu edukasi seperti QuBisa ini. Jadi bisa puas belajar, upskilling dan reskilling,dsb. Buatku sih sih, untuk refreshing dan bahan obrolan sama anak-anak juga karena mereka sudah beranjak besar (14 dan 19 tahun).

    ReplyDelete
  5. Aku juga kemarin sempet ikutan kursus public speakingnya kak, alhamdulillah dapat gratis di QuBisa. kalau di luaran udah dipastiin biayanya berjuta juta ituu. Banyak juga short course yg ada di QuBisa, super komplit yak

    ReplyDelete
  6. Buat para ibu yang memutuskan jadi ibu rumah tangga juga kudu upgrade skill, jadi makin terampil dan tambah wawasan pastinya

    ReplyDelete
  7. Wah bagus banget ya QuBisa serba bisa apalagi bisa digunakan untuk kursus apa aja. Semangat untuk ibu rumah tangga.

    ReplyDelete
  8. Aku sukanya belajar dengan aplikasi siap kerja QuBisa tu karena video pembelajarannya pendek-pendek. Tapi memuat informasi yang lengkap. Sehingga, nggak terasa aku sudah menyelesaikan satu materi. Selain itu, mudah dipahami juga. Seneng deh.

    ReplyDelete
  9. qubisa mantep banget buat membuka wawasan dan menambah skill, kelasnya banyak yang gratis juga, terbaik

    ReplyDelete
  10. Aku juga IRT kak, semenjak nikah bener" di rumah ga dibolehin ikut kerja. Tapi alhamdulillah masih tetep produktif ngurusin blog yg udah dibangun bareng suami sejak kuliah. Dinyiniyirin bales aja pake karya positif ya kak.. hehe

    ReplyDelete
  11. bener bgt siapa bilang irt ngga perlu upskilling dan reskilling. pentinv banget igu sih.. biar ngga ada yg ngremehin pekerjaan irt..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mbaa, apalagi IRT juga harus urus anak, jadi peradaban pertama anak2nya, jadi upskilling penting sekali biar selalu punya pengetahuan baru

      Delete
  12. Betul sosok IRT juga pekerja yg harus bisa bnyk keahlian (multitasking). Tuk upgrade skill jd mudah yaa dgn adanya aplikasi qubisa

    ReplyDelete
  13. Keren ya qubisa ini. Kalau kita mau rutin ikut webinarnya pasti menjadi irt yg berdaya juga ya mbk. Profesi itu ga melulu di kntor ya.

    ReplyDelete
  14. Mantep memang QuBisa. Aku lagi kursus online gratis dalam upgrade skill, Mba. Banyaknya kelas di aplikasi siap kerja QuBisa membuatku makin percaya diri bisa menjadi lebih baik dalam bidang yang aku tekuni karena kelas QuBisa sangat membantu dalam upskilling dan reskilling.

    ReplyDelete
  15. Terus terang kalau ditanya pekerjaan nya apa, aku masih jawab penulis buku/blogger. Belum pede dengan jawaban irt. Mungkin lebih karena ngerasa kurang kompeten urus anak😒 sepertinya harus ikut kursus kepercayaan diri dari Qubisa nih

    ReplyDelete
  16. Senangnya ada Qubisa yang membantu upskill kita nih para emak-emak yang nggak bisa diem, hihi..

    ReplyDelete
  17. Nah sekarang semakin banyak pilihan kursus online yang dapat dimanfaatkan untuk belajar, menarik yaaa

    ReplyDelete
  18. “Bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu.”
    Quote bu Septi ini relate banget buat para emak2 yang sedang berjuang di ranah domestik juga.

    ReplyDelete
  19. Adaa gitu lo aplikasi kayak gini, gak nyangka aja sih ada pelatihan gratisnya juga. Selain dapet ilmu, malah kita bisa dapet duit juga dengan ngumpulin poin-poin yak

    ReplyDelete
  20. Kursus di QuBisa beneran bisa buat siapa saja dan apapun minat dan keahliannya. Kursusunya nggak terlalu lama jadi gak bikin boring dan bisa diulang-ulang. Selain itu juga mudah dipahami karena dijelaskan dengan bahasa yang ringan.

    ReplyDelete
  21. "Bekerja itu ya di kantor, kalau di rumah namanya nganggur.”

    “Apa nggak sayang sama ijazahnya?”

    Hahahahaha.... Pasti orang julid nih yang ngomong gini. Tapi bodoamat ya kak. Yang penting maju terus

    ReplyDelete
  22. Komplit banget ya aplikasi qubisa ini. Banyak pelatihan online yang bisa kita ikuti. Mengembangkan kemampuan menjadi lebih mudah

    ReplyDelete
  23. Yap siapa bilang ya IRT nggak bisa berdaya, meski di rumah saja IRT bisa lebih produktif juga. Apalagi sekarang sudah ada aplikasi QuBisa yang dapat membantu IRT buat upgrade skill. Sangat menarik ya aplikasi ini. IRT wajib coba nih aplikasi QuBisa

    ReplyDelete
  24. Aku kemarin sempat ikut kelas personal branding mba, emang meski kerja di rumah kita tetep butuh upgrade skill ya, biarpun di rumah kudu tetap profesional. Banyak lulusan Ibu profesional yang akhirnya bisa berdaya, memberikan dampak positif bagi lingkungannya. Salut mba..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar. Setuju banget nih, meski tidak bekerja di luar rumah tapi kita tetap butuh buat upgrade skill dan syukurnya sekarang sudah ada aplikasi belajar online seperti Qubisa ini yang bisa kita akses secara gratis

      Delete
  25. Setujuuu.. IRT juga perlu diberdayakan, biar kualitas keluarga semakin baik yaaa :) termasuk generasi penerus bangsa hihi.. jujur suka banget sih sekarang banyak fasilitas buat upgrade skill secara online gini. Ya kita emak-emak di rumah ada buntut jd gak bisa kemana-mana hehe.. jadi merasa beruntung ada platform macam Qubisa ini, mau ikutan ah :)

    ReplyDelete
  26. Wah iya benar sekali ini ... meskipun irt tetapi harus tetap meningkatkan skill agar bisa di contoh oleh anak2nya yaa

    ReplyDelete
  27. Bakal banyak nih yang perlu kursus online semacam qubisa ini

    ReplyDelete
  28. Wah mendalam sekali bun aku jadi punya pemahaman yg lebih tentang qubisa makasih bun

    ReplyDelete
  29. Mau tidak mau IRT juga tetap produktif dan tetap belajar hal-hal baru untuk meningkatkan skill supaya bisa dipakai dalam kehidupan sehari-hari. BTW, saya pernah buka nih website Qubisa, ternyata banyak banget ya fasilitas kelas yang bisa kita pilih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya setuju nih, suka banget kalau liat IRT yang mau memberdayakan dirinya jadi lebih produktif :)

      Delete
  30. Waktu awal awal resign sering itu aku denger, kok milih resign jadi IRT, nggak sayang? Awalnya agak ganggu sih. Tapi makin kesini udah terserah pendapat mereka aja. Setelah menjadi IRT mrmang pekerjaannya dan pressurenya lebih besar ketimbang masih ngantor. Tapi jadi IRT membuatku bisa punya waktu untuk belajar banyak hal. Thanks rekomen applikasinya mbak, aku akan cobain

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak aku jadinya uda install aplikasinya, bagus banget, terimakasih rekomendasinya

      Delete
  31. pilihan materinya beragam dan semuanya perlu banget dimiliki seorang calon pekerja ataupun yang sudah bekerja
    nggak ada kata terlambat untuk belajar, sampai sekarang aku juga masih belajar juga soal skill di dunia kerja

    ReplyDelete
  32. Menjadi Ibu Rumah Tangga berarti menjadi Menteri segala urusan, menteri multi talent, mulai dari menteri dalam negeri, menteri keuangan, sampai menteri perumahan... luar biasa.
    fortunatelly, ada Qubisa yang bisa meng-upgrade para Ibu rumah tangga dalam mengisi hari-harinya membersamai keluarga

    ReplyDelete
  33. Seneng bangettt akutu sama kursus online gratis QuBisa. Buat IRT yang dulunya kadang dipandang sebelah mata, ini jadi salah satu fasilitas menjadikan diri berdaya. Memiliki banyak ilmu walaupun di rumah saja. Yang terpenting bisa menjadi madrasah pertama bagi anak-anak yang hebat kelak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju banget. IRT juga bisa produktif dan kaya akan ilmu karena ada kursus online gratis QuBisa.

      Delete
  34. Wah, aku baru tahu ada aplikasi kece kayak gini, aku ya pengen belajar bahasa Inggris lagi, soalnya kayaknya sudah lupa grammar hahaha

    ReplyDelete
  35. Nah, bener, IRT dianggap ga bekerja karena ga menghasilkan cuan. Padahal pengertian pekerjaan ga ada cuan-cuannya kan..huhuhu. Apapun itu pilihan upgrade diri untuk menjadi istri, ibu dan diri yang lebih baik kini makin terbukan lebar. Lewat Qubisa di antaranya dengan banyak pilihan kelasnya

    ReplyDelete
  36. Wah beneran gratis yah? jadi pengen ikutan juga biar bisa dapat ilmu baru. Mau IRT, Mahasiswa, maupun freelancer asal ada kemauan belajar pasti akan berakhir cuan.

    ReplyDelete
  37. Sama kaya ibuku suka bilang "buat apa sekolah tinggi² kalau kerjanya gak pake ijazah, buat apa punya gelar kalau gak berguna" Mahal tahu biaya sekolah tuh :(

    ReplyDelete
  38. nah..siapa nih yg mau upskilling atau reskilling..sudah ada alamat kursus yg pas banget ya.. jempol deh buat qubisa

    ReplyDelete
  39. sangat menyenangkan ketika banyak referensi yang bisa di jadikan acuan belajar dan mengupgrade diri. dan semua memang kembali pada individunya, mau atau tidak.

    ReplyDelete
  40. Jadi IRT tuh emang bukan pekerjaan, itu menabung jannah *uhuks...
    Semoga bagi siapa saja, termasuk IRT tetap semangat untuk memberdayakan dirinya tanpa harus memusingkan apa kata orang lain. Berdayalah karena memang kita merasa memerlukannya. Sebisa mungkin tak perlu tertekan dengan melihat kondisi orang lain yang tentu situasinya belum tentu sama dengan apa yang kita alami.

    ReplyDelete
  41. Selalu membuatku berbinar-binar kalau ada yang gratisan apalagi banyak banget pilihan kursusnya. Btw, itu poin manfaatnya buat apa aja coach, apa aku kelewat bacanya ya ..?

    ReplyDelete
  42. Persepsi masyarakat kebanyakan masih begitu, IRT dianggap tidak bekerja karena tidak menghasilkan.

    Ini Qubisa keren banget sih, banyak ilmu yang bisa digali. Pengen belajar public speaking dan upgrade skill lain.

    ReplyDelete
  43. IRT itu manajer keuangan, manajer pendidikan, manajer sumber daya manusia, manajer umum, manajer restoran. Wkwkwk. Zaman sekarang jadi IRT harus berdaya ya, salah satunya menguasai satu atau beberapa skill yang emang diakui. Seru banget kalo ambil kursus online di Qubisa.

    ReplyDelete
  44. Walaupun pekerjaan hanya IRT tapi juga berdaya, memanfaatkan waktu luang untuk mencari cuan yang banyak walau dari rumah saja, yang penting punya skill banyak dengan upgrade diri dari QuBisa :)

    ReplyDelete
  45. Iya hikmah pandemi kita bisa banyak belajar ya via kursus online baik gratis maupun berbayar jadi walaupun di rumah kita tetap bisa menambah ilmu dan wawasan..

    ReplyDelete
  46. Aku tuh pengen banget bisa ngomong gitu. Jangankan di depan umum, di depan kamera aja suka gugup dan grogi huhuhuu.. Pengen bikin konten story telling gitu.. Kayaknya bisa nih kalo lewat qubisa

    ReplyDelete
  47. Waah menarik niih jadi pengen kepoin Qubisa. Tak cari2 dulu apps yang bisa ku uninstal di HP. HP ku penuh soale πŸ˜‚πŸ˜‚

    ReplyDelete
  48. Kalimat semacam "sayang ijazahnya" udah kenyang aku terima kak. Hihihi apalagi kalo dianggap kita gak produktif karena gak menghasilkan cuan.
    Syukurlah qubisa dapat diakses oleh siapa saja dan kapan saja jadinya bisa upgrade skill yang kita punya meski di rumah.

    ReplyDelete
  49. Kapan hari kayaknya aku sudah daftar di webnya Qubisa ini, tapu lupa terus mau donlot.. Baca ini jadi inget lagi. Do lot ahh

    ReplyDelete
  50. Kok lucu ya? Baru tahu nih ada aplikasi seperti ini . Tapi mau nyoba, keteteran nggak ya. Maksudnya per kursus berapa lama ya?

    ReplyDelete
  51. Wah, Mbak. Baru tahu ada aplikasi yang bantu upgrading skill secara cuma-cuma? Otewe donlod ahhh. Makasih infonya, Mbak😍😍😍

    ReplyDelete
  52. Pas banget sih baca ini, saat sedang oleng gini. Baru 3 tahun memutuskan full mom, kadang masih dilanda romatisme menerima gaji bulanan, punya uang sendiri itu bebaaaaaas merdeka, meski dapat dari suami tapi nggak kayak gaji sendiri. Terlebih setelah sekian tahun mandiri jadi sungkan mau minta ke suami meski suami suka aja dimintai. Yap pada akhirnya berdaya atau penghasilan sendiri itu membahagiakan.

    ReplyDelete
  53. Wah aku makin bersemangat buat segra download nih Qubisa. Ih tulisan mbak mar sering mempesonaku nih. Aku juga sepakat jika IRT meski hanya pekerjaan rumah tetap harus profesional. Keren sekali bu septi ini.

    Wah sudah berapa orang nih berbicara IIP luarbiasa

    ReplyDelete
  54. Wah, kebetulan saya jadi mahasiswa lagi nihh, hihi cocok banget kursus online gratis di Qubisa untuk meningkatkan kemampuan saya ya, noted.

    ReplyDelete
  55. Seru banget pastinya tetep bisa belajar dan produktif walalupun hanya di rumah saja sebagai IRT. Aku coba donload aplikasinya nih mbak, makasih artikelnya sekaligus menambah wawasan nih.

    ReplyDelete
  56. Aku sneng nih kalau ada aps yg support IRT buat mengembangkan diri, belajar kapan aja, di mana aja, belajar apa aja jadi gampang aksesnyaa

    ReplyDelete
  57. Blogger seperti kita ini juga profesi ya mba?
    Saya mau de liat-liat qubisa ini.
    mudah-mudahan ada kursus yang cocok di saya.

    ReplyDelete

Post a Comment