header marita’s palace

5 Caraku Bertumbuh Menjadi Pahlawan Super

cara menjadi pahlawan super
Bisakah kita menjelma menjadi pahlawan super dalam kehidupan ini? Ataukah hanya Superman, Spiderman, Avengers dan tokoh-tokoh fiksi yang punya kemampuan di luar akal yang bisa menjadi super hero?

Beberapa pekan ini kondisi mentalku sedang tak baik-baik. Sebagaimana kuceritakan dalam postingan Wisata Masa Lalu, aku sempat tergiring dan tidak mampu berpikir secara bijak saat itu.

Saking terpuruknya hari itu, aku sampai stress dan telat datang bulan. Seumur-umur aku belum pernah telat datang bulan selama ini, kecuali sedang dalam kondisi hamil.

Jadi wajar saja kalau aku sempat menduga kalau aku sedang hamil muda. Ketika hampir satu minggu, menstruasi yang harusnya sudah datang tak tiba juga, aku buru-buru beli testpack.

Nggak pakai lama sampai rumah aku langsung pakai alat penguji kehamilan itu, dan jeng jeng… hasilnya garis satu. Alhamdulillah atau nggak nih? Hehe.

Sejujurnya buatku alhamdulillah. Karena aku ada di titik sepertinya dua anak sudah cukup. Dengan kondisi dan kemampuanku, sepertinya diamanahi dua orang anak sudah sangat cukup buatku. Namun tentu saja, kalaupun Allah kok mempercayakan newborn baby lagi, ya nggak ditolak juga sih.

Gara-gara telat datang bulan, pikiranku jadi melantur ke mana-mana. Biasa kalau mental lagi not okay, overthinkingnya suka kambuh gitu. Jangan-jangan aku sakit, jangan-jangan ini, jangan-jangan begitu.

Hingga kemarin sore, aku berselancar ke YouTube dan menemukan sebuah video berdurasi 15 menit yang sangat inspiratif. Video yang bikin mataku berkaca-kaca, karena isinya seakan menamparku berkali-kali.

Video itu berisi obrolan singkat tentang kehidupan unik dari seorang komika sekaligus copywriter bernama Eky Priyagung. Dia mempunyai ibu yang pernah menjadi pekerja seks komersial (PSK). Sang ibu pernah menikah dengan 6 orang lelaki dan salah satu diantaranya seorang gay.

Bisa bayangkan bagaimana jika menjadi Eky? Namun dengan diksi yang santun dan sentuhan humor, Eky menceritakan bagaimana ia bisa berdamai dengan hidupnya. Cuzz deh buat yang belum nonton, bisa lihat video dari Cameo Project ini:

Pengertian Pahlawan Super

Gimana sudah meluangkan waktu untuk menengok video singkat di atas, pals? Ada insight apa yang kalian bisa dapat?

Aku sih salut ya sama Eky, dengan usianya yang masih cukup muda; 25 tahun! Namun ia sudah bisa membangun penerimaan atas diri sendiri, kehidupan, keluarga dan segala takdir yang harus ia jalani dengan sedemikian hebatnya.

Dari situlah aku belajar memaknai tentang pahlawan super. Siapa saja bisa menjadi pahlawan, bahkan jika belum bisa mengembangkan sayap selebar mungkin untuk lingkunggan di sekitarnya. Setiap individu bisa menjadi pahlawan untuk dirinya masing-masing, seperti Eky.
apa itu pahlawan
Ya, buatku Eky adalah contoh bagaimana ia mampu membentuk hero di dalam dirinya. Jadi ingat lirik lagunya Hero by Mariah Carey nih…

There's a hero
If you look inside your heart
You don't have to be afraid
Of what you are
There's an answer
If you reach into your soul
And the sorrow that you know
Will melt away
Dari video Eky, aku jadi punya filosofi tersendiri tentang the real super hero. Bahwasanya seseorang dikatakan pahlawan ketika ia mampu membangun kekuatan untuk menerima dirinya sendiri, takdir hidup yang harus dijalani dan mencari jawaban serta solusi bagaimana langkah ke depannya.
Jadi bisakah aku dan kamu menjadi super hero? Bisa banget. Tapi, mulai dari mana ya?

Orang-orang Hebat dalam Hidupku

Namun sebelum aku membagikan tips bagaimana menjadi pahlawan bagi diri sendiri, aku akan menceritakan beberapa orang hebat yang ada dalam kehidupanku. Sadar atau tanpa sadar, mereka ini telah membentuk bagaimana diriku.
  • Ibu - Perempuan terhebat sepanjang masa dalam kehidupanku. Aku sudah berkali-kali menceritakan tentangnya, mungkin kamu pun sampai bosan, pals. Namun begitulah, ibu tak hanya menyumbangkan darah untuk tubuhku, tapi juga banyak pengalaman dan inspirasi hebat untukku.
  • Yangti - Ibu dari perempuan terhebatku ini adalah sosok kedua yang sangat berarti buatku. Dia selalu ada di saatku sedang dalam kondisi terpuruk. Jika tidak tinggal bersama beliau, mungkin aku akan lebih hancur lagi pada titik terendahku.
  • Suami - He’s not only a partner of life, he’s a best friend, he’s also an enemy, a brother, a father, a baby. Dia memberi warna pada hidupku yang semula hanya hitam, putih dan abu. Bersamanya aku tahu kalau dunia itu punya banyak warna.
  • Anak-anakku - Para guru kecilku ini sungguh luar biasa. Mereka mungkin masih polos, tapi dari mereka aku belajar untuk bertumbuh lebih baik lagi dan lagi. Mereka yang selalu menerimaku apa adanya. Meski galak, meski suka ngomel, tapi dengan lapang dada mereka selalu memberikan cinta dan membuka tangan untuk diriku, apapun kondisinya.
apakah kita bisa menjadi pahlawan
  • Yangkung - Ia adalah pengganti sosok bapak. Aku pernah punya konsep di dalam kepala bahwa semua lelaki itu nggak bisa dipercaya. Bersyukur ada Yangkung yang memberikan gambaran lain tentang konsep seorang pria di imajiku. Ia penyayang di balik sikap tegasnya yang penuh tanggungjawab.
  • Tyas - Dia adalah satu-satunya adik kandungku yang harus ‘pergi’ di usia yang sangat ranum. Dia mengajarkanku tentang arti penyesalan dan betapa berharganya waktu.
  • Bapak - Ada banyak catatan buruk di kepalaku tentangnya, tetapi tak bisa dipungkiri ada pula kebaikan-kebaikan dirinya yang harus lebih sering kuingat. Bapak adalah love-hate relationship buatku.
Interaksiku bersama orang-orang di atas yang kemudian melahirkan dan membentuk diriku yang sekarang. Diriku yang terkadang rapuh, tapi juga tak mau terus-terusan jatuh. Aku juga mau tumbuh seperti Eky, menjadi pahlawan bagi hidupnya sendiri.

Cara Menjadi Pahlawan Bagi Diri Sendiri

Kunci untuk bisa menjadi pahlawan bagi diri sendiri adalah self acceptance. Masalahnya untuk bisa sampai di titik itu, kita harus melewati berbagai fase. Kalau dalam tahapan berduka nih, setidaknya kita akan melewati 4 tahapan kelabu dulu sebelum sampai ke titik penerimaan:
  • Denial - Penyangkalan.
  • Anger - Kemarahan, biasanya pikiran kita dilingkupi dengan pertanyaan why me.
  • Depression - Kesedihan mendalam dan meratapi semua kejadian dengan sesal yang tiada tara.
  • Bargaining - Tawar-menawar, mulai ada pikiran andai saja begini andai saja begitu.
  • Acceptance - Ketika 4 fase di atas sudah terlalui dengan paripurna, baru deh bisa masuk ke tahap penerimaan.
Belajar dari video Eky, kita bisa belajar tentang konsep semeleh alias penerimaan dengan sangat sederhana. Begini doi bilang;
Lu bisa milih baju, lu bisa milih sepatu, tapi lu nggak bisa milih takdir yang lu nggak suka. Lu cuma bisa menjalaninya.
Kalau dalam Islam, Eky nih sudah menjalankan rukun iman yang terakhir. Iman pada Qadha dan Qadar. Dengan gayanya yang santuy begitu, spiritualnya keren banget sih.

Dari video singkat si Pejuang Teks Komersil tersebut, aku kemudian merangkum bahwasanya untuk bisa jadi pahlawan super bagi diri sendiri, maka ini yang harus aku lakukan:

1. Memperluas Pandangan

Salah satu cara yang aku lakukan untuk memperluas pandangan adalah dengan banyak baca buku, banyak mendengarkan cerita, dan juga nonton video-video inspiratif. Aku nggak menutup diri untuk belajar hanya dari alim ulama, tapi juga dari orang-orang biasa tapi punya kehidupan yang tak biasa.

Salah satunya ya dari video Eky tadi. Kita hanya perlu membuka hati, jangan melihat siapa yang ngomong, tapi apa yang disampaikannya. Dan boom, ada banyak hal-hal keren yang bisa kita dapatkan setelahnya.

2. Memaafkan Orang Tua dan Orang-orang Yang Pernah Menyakiti

Belajar dari Eky bagaimana ia mencoba memahami atas pilihan yang diambil oleh ibunya sebagai PSK. Toh, pilihan terburuk itu yang membuatnya bisa sekolah.

Menurutnya hidupnya mungkin rumit, tapi ada banyak hal seru. Eky belajar untuk memahami pilihan-pilihan orang tua yang terlihat nggak masuk akal dan menyakitkan. Dari situlah ia bisa tetap menyayangi orang tua dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Dan saat ini aku ingin menyempurnakan proses semeleh tersebut. Kembali berpikir dan bersikap dengan bijak. Agar bisa mengenang tragedi sebagai komedi kalau kata Eky.
langkah-langkah menjadi pahlawan bagi diri sendiri

3. Bersyukur atas Yang Dimiliki Saat Ini

Bersyukur mungkin terdengar sangat religius. Jika disederhanakan, besyukur sebenarnya fokus dan menikmati apa yang kita miliki saat ini.

Sebagaimana kata Eky dalam videonya;
Tidak ada yang ingin diubah, sekarang gue sudah jauh dari penyesalan. Hidup sebenarnya adalah menarik garis dan tidak menggunakan penghapus. Fokus saja pada saat sekarang dan membangun masa depan.
Sebagaimana pesan yang disampaikan oleh suami secara eksplisit saat aku burning out beberapa waktu lalu. Bahwasanya kita hanya perlu berdamai dengan keadaan yang dijalani. Saat kita sudah mampu fokus dan menikmati apa yang kita miliki saat ini, kita bisa menceritakan hal buruk di masa lalu sebagai observant, bukan lagi sebagai korban.

4. Cintai Diri dan Berikan Apresiasi atas Pencapaian Sendiri

Saat kita sudah mampu menerima takdir hidup yang tak disukai, saat itulah kita juga bisa memupuk rasa cinta pada diri sendiri. Saat kita sudah mampu menerima apa adanya kita, segala baik buruk kita, di situlah kita bisa melihat ternyata banyak hal yang sudah kita capai sampai bisa di titik ini.

Usaha-usaha itu perlu diapresiasi meski hanya sekadar ucapan terima kasih yang tulus untuk diri sendiri, a scoop of ice cream atau pun hanya tersenyum sambil menatap cermin. Yakinlah kita ini berharga kok sebagaimanapun kehidupan yang dijalani.

5. Libatkan Diri dalam Banyak Aktivitas Positif

"Yang broken itu masa lalu, lu masih bisa membangun masa depan. Lakukan itu. Jika masih dihantui masa lalu, ya cari cara untuk menjinakkannya. Kalau gue dengan komedi,” ucap Eky.
Sedangkan aku? Bukankah aku sudah punya media untuk menyalurkan keresahan, ide dan segala hal yang ada di kepala dan hati lewat blog ini?

Maka semoga aku bisa terus 'menjinakkan kepungan masa lalu' dengan menebar manfaat lewat blog ini dan anakannya. Bisa terus berkarya, terlibat dalam lebih banyak hal-hal positif dan tak terus-terusan playing victim.

Aaah, setelah kemarin aku sempat tumbang dan ‘menggila’, aku kini telah siap untuk bertumbuh menjadi pahlawan bagi diri sendiri. Menerima diri apa adanya, dengan segala takdir hidup dan kondisinya. How about you, pals?

Btw, kalau boleh milih #KadoUntukPahlawan buat diri sendiri, aku pengen banget punya mesin jahit. Salah satu cita-citaku adalah bisa menjahit dan punya butik sendiri. 

Dulu banget udah pernah ikut kursus menjahit, tapi terus mandheg karena hamil dan nggak memungkinkan wira-wiri naik motor. Soalnya jarak antara tempat kursus dan rumah mayan naik turun gitu. 

Aku dah sempat bisa bikin rok bawahan model span gitu. Namun karena terus nggak dilatih lagi, jadi lupa semua deh skill menjahit. Makanya kalau bisa punya mesin jahit sendiri, pengen deh belajar jahit lagi. At least, bisa bikinin baju buat diri sendiri, anak-anak dan suami.

Nah, ngomongin soal pahlawan nih, Aplikasi Super sedang mengadakan Kontes Blog Super Bercerita #KadoUntukPahlawan. Periodenya masih panjang banget, dari 4 April - 5 Juni 2022.

So, kalau kamu punya cerita tentang sosok pahlawan super yang menginspirasi dan punya harapan / kado tertentu buat sosok tersebut, jangan sampai ketinggalan lomba ini ya. 

Info lebih lanjut bisa langsung ke http://tinyurl.com/SUPERBERCERITA. Ditunggu cerita-cerita inspiratif kalian, pals. Jangan lupa download Aplikasi Super juga ya. See ya!
Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

48 comments

  1. Baik cerita Eky maupun ceritamu sungguh menginspirasi, Mbak. Kalian adalah pahlawan super itu. Yang mampu menerima diri apa adanya, dengan segala takdir hidup dan kondisinya. Salut!

    ReplyDelete
  2. Inspiratif sekali kisah Eky dan kisahmu, Mbak..Kalian berdua adalah definisi Pahlawan Super itu. Setujua jika menerima diri apa adanya, dengan segala takdir hidup dan kondisinya, itu ciri pahlawan yang terus tumbuh ke versi diri yang lebih baik lagi

    ReplyDelete
  3. Nah ini memotivasi banget, memang ada beberapa orang yang bisa jadi support system di sekitar kita. Apalagi bisa menjadi orang hebat untuk orang lain itu keinginan banyak orang, harus bisa nih jadi sosok hebat. Semangat, pasti semua bisa!

    ReplyDelete
  4. ya ampunn, makasih artikelnya ya mbak. aku jadi ingat pahlawan2 super yang ada di seklilingku.. bener banget sih untuk mencapai titik penerimaan terbaik kita akan melewati 4 fase. aku juga setuju banget dengan tips di atas untuk menjadi pahlawan super buat diri sendiri

    ReplyDelete
  5. Wah, ternyata ada kompetisinya ya mbak. Jadi tertarik untuk ikutan. Banyak banget orang-orang super di kaanan-kiriku soalnya, cucok menjadi inspirasi

    ReplyDelete
  6. Rata rata kita menjadikan ibu sebagai tokoh pahlawan kit masing-masing di dalam kehidupan ini ya.
    Alhamdulillah senang bagi yang masih memiliki orang tua... Semoga sehat dan berkah di sisa usianya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Jadi pengen segera mudik nih biar bisa ketemu mama sang pahlawan superku.

      Delete
  7. Keren tulisannya mbak, semoga sukses ya. Ada lombanya juga ternyata ya...

    ReplyDelete
  8. Salut dengan sosok Eky, yang ternyata sudah bisa berada pada posisi menerima takdirnya. Bahkan kalau saya lihat ia sudah dalam tahapan bangkit dan maju. Dan betul Mbak, ternyata di sekeliling kita banyak sekali pahlawan nyata kehidupan ya..

    ReplyDelete
  9. Mengingat siapa saja Pahlawan Super untuk bisa membuat tulisan yang dilombakan dalam Kontes Blog Super Bercerita #KadoUntukPahlawan oleh Aplikasi Super ini membuatku berpikir.
    Hihii...karena kehidupan manusia tentu tak pernah lepas dari jasa-jasa support system yang ada di sekitarnya.

    ReplyDelete
  10. Ada hal-hal yang nggak bisa kita pilih dalam hidup kita. Gak bisa milih ortu, gak bisa milih keluarga. Tapi dengan memaafkan dan melepaskan, serta menerima diri, kita bisa milih untuk punya hidup dan masa depan lebih baik.

    ReplyDelete
  11. Salut dengan Eky. Bisa berdamai dengan masa lalu keluarganya, malah profesinya kayak beda 180 derajat, jadi komika & copywriter. Hebat, bisa melepaskan diri dari bayang-bayang masa lalu. Terima kasih artikelnya...Semangat terus mb Marita...

    ReplyDelete
  12. So touch. Terimakasih artikelnya, Mbak. Untuk situasi yang berbeda, aku dulu sempat alami hal sejenis.Tapi memperluas pandangan, melihat dari sudut pandang berbeda, benar benar membahagiakan diri.

    ReplyDelete
  13. Wah inspiratif ceritanya mbak
    Kadang kita memang harus mau melihat dengan sudut pandang lain ya
    Agar bisa tahu jalan yang terbaik bagi kita

    ReplyDelete
  14. Aku juga nonton video dari Eky ini, ga semua orang bisa melewati dan menerima kondisi yang seperti Eky.
    Peluk online juga buat mbak Mar yang sudah melewati fase tidak baik-baiknya. Tidak mudah menjadikan diri sebagai pahlawan pada diri kita sendiri ya ­čą║

    ReplyDelete
  15. Kalau 5 fase penerimaan ini sudah mampu dilalui, insya Allah diri ada baik-baik saja dan menjadi versi terbaik dari sebelumnya :)

    ReplyDelete
  16. Saya baru aja nonton videonya si Eky ini kemarin, karena lihat di timeline fb. Ya Allah, salut sama Eky, dia kuat dan bisa tumbuh baik hingga kini, dia bisa sukses sekarang dan berhasil menghentikan ibunya untuk melakukan pekerjaan yang dulu.

    ReplyDelete
  17. Mencintai diri sendiri itu memang harus ya kak. Sebelum ke hal-hal lainnya seperti memaafkan orang lain memang seharusnya ke dalam diri kita dulu ya

    ReplyDelete
  18. Setuju banget. Menebar manfaat ke banyak orang di sekitar, bisa memberikan rasa damai dan bahagia, entah itu kita dianggap hero juga oleh orang lain atau enggak. Intinya kita sudah 'selesai' dengan diri kita sendiri dan selalu siap diandalkan oleh orang lain. Bukan berarti kita tak boleh lelah, baik fisik maupun psikis, tapi kita selalu bisa mengatasinya, meskipun secara perlahan.

    ReplyDelete
  19. wah pastinya perlu hati yang luas ya untuk bisa berdamai dengan kehidupannya seperti sosok Ekky di kanal youtube tersebut. tentang sosok pahlawan sendiri kadang tanpa kita sadari ada banyak sosok pahlawan di sekitar kita yang melakukan hal-hal positif dan memberikan inspirasi bagi orang sekitarnya

    ReplyDelete
  20. Terima kasih infonya, Mbak. Depresi saya juga sempat kambuh beberapa waktu lalu.

    ReplyDelete
  21. Orang di sekitar kita bisa menjadi support system, tapi juga bisa menjadi toxic people pemicu depresi. Semoga kita bisa menjadi support system bagi orang lain. Kalaupun nggak bisa, setidaknya jangan jadi sumber toxic.

    ReplyDelete
  22. hmm, pahlawan saya siapa ya. Setelah direnungi dg segala kekurangan mereka sepertinya bapa dan ibu saya tetaplah pahlawan saya, diikuti suami dan anak-anak..

    ReplyDelete
  23. Sepakat banget kak sama quotenya yg "seseorang dikatakan pahlawan ketika ia mampu membangun kekuatan untuk menerima dirinya sendiri..." Banyak org punya mindset pahlawan ya yg bantuin org.

    ReplyDelete
  24. Setiap orang pasti punya sosok pahlawan super dalam hidupnya. Seseorang yang selalu ada untuknya.

    ReplyDelete
  25. Bersyukur atas apa yang dimiliki saat ini, jadi satu keberkahan luar biasa memang. Meski bisa saja terlewatkan, tetapi dari situlah menjadi penyemangat diri bahwa kita bisa jadi pahlawan buat siapa saja

    ReplyDelete
  26. baca ulasan mbak marita soal videonya Eky aja aku udah terenyuh nih, nanti tak tonton deh kalau udah siap. Tapi aku setuju dengan kata2 kalau kita hidup untuk menarik garis bukan untuk menghapusnyaaa. Itu susah lho, karena kadang kalau ada kejadian buruk di masa lalu itu pengennya menghilang, menghapus aja gitu rasanyaa

    ReplyDelete
  27. Nuhun, kak Marita.
    Aku barusan dengerin podcast Densu sama Aming. Dan kini nonton video Eky.
    Gak mampu berkata-kata aku...mataku sembab karena banyak hal yang terjadi di dunia ini dan itu semua kita jalani sebagai takdir. Karena semua itu kita gak bisa pilih.

    Wallahu..
    Semoga Eky senantiasa diberikan kemudahan-kemudahan dan benar sekali, Pahlawan super seorang anak tentu adalah Ibumu, Ibumu dan Ibumu.

    ReplyDelete
  28. Ibu tetep pahlawan, karena ia terus berjuang untuk hidup tak hanya bagi dirinya, juga bagi anak anaknya. Proses membesarkan dan mendidik pasti bukan pekerjaan yang mudah. Sungguh ibu malaikat tak bersayap

    ReplyDelete
  29. melibatkan diri dalam aktivitas dan komunitas positif emang penting banget sih yaaa, akan ngebentuk diri kita jadi positif juga

    ReplyDelete
  30. Eky sudah menikah belum ya? Penasaran apa inner childnya ga muncul dg kondisi masa lalu seperti itu. Salut lah! Bener banget banyak pahlawan super di sekitar kita ya ternyata. Kita juga kudu menerima qodo dan qodar

    ReplyDelete
  31. Mba Maritaaa, aku berkaca-kaca banget baca ini. Sama banget ibu adalah pahlawan super aku. Aku juga love hate relationship sama bapak, tapi ngeliat bapak sakit2an demi ngidupin anaknya aku juga sekarang belajar menerima ketidaksempurnaan sosok penting dalam hidup.

    ReplyDelete
  32. Ibu selalu jadi pahlawan super bagi anak-anaknya ya mbak
    Ceritanya sangat inspiratif

    ReplyDelete
  33. Waktu kecil, memaafkan jadi hal sulit buatku. Tapi semakin dewasa, lebih nothing to lose aja sama perkataan-perkataan menyakitkan. Meski begitu semua orang pasti punya andil besar dalam hidup kita.

    ReplyDelete
  34. Video itu sering lewat di timeline youtube aku akhir akhir ini, tapi belum tertarik untuk menonton. Setelah membaca tulisan ini jadi tertarik buat nonton video itu. Memang, tenyata kita bisa belajar dari mana saja, dari siapa saja ya bu..

    ReplyDelete
  35. Setujuuu, orangtua tuh emang superhero buat kita semua yaaaa.. aku juga mau ah jadi superhero buat anak anakkuuuu

    ReplyDelete
  36. Huhuhu, aku langsung tersedu deh mba Marita mampir ke blog ini.

    Padahal awalnya aku sempat ngakak dan manggut-manggut perkara telat datang bulan yang kayak dapet surprising box.

    Pas garis satu Nemu banget ekspresi lega sambil tarik nafas panjang
    Dan pas garis dua, pastinya campur panik sambil tatap-tatapan sama ayank.
    Hahaha

    About Hero, ada banyak sosok inspiratif terutama yang aku temui.

    Dan yang bikin aku mewek tadi adalah pas terkait memberikan penghargaan untuk diri atau self love.

    Aku berasaaaa banget selama ini kurang cinta sama diri.

    Dan aku belajar banget dari tulisan ini.

    Tengkyuuu mbaaa

    ReplyDelete
  37. wah bener juga, sebenernya kita udah jadi pahlawan banget ya buat diri sendiri, masih bisa bertahan melewati semua nya huhuu

    ReplyDelete
  38. MasyaAllah, ceritanya Eky sangat inspiratif. Itu semua berawal dari penerimaan ya.

    Terima kasih sudah menuliskan ini, Mbak. Setiap dari kita pasti bisa menjadi pahlawan

    ReplyDelete
  39. Keren ya Eki. Bisa nerima dengan baik. Sampe dia cerita semuanya dengan amat sangat santai dan sedikit guyon.
    Baginya komedi adalah cara melawan semua yang tak bisa diubah.
    Tapi sedikit meluruskan nih kak. Memang jadi gay itu bukan sebuah pilihan. Tapi bisa memilih untuk tidak berbuat dosa. Ok fine, mencintai orang sesama jenis adalah sebuah ujian. Tinggal bagaimana kita berusaha keluar dari ujian tersbut.

    ReplyDelete
  40. ─░ntinya kita sendiri pun sudah masuk kategori pahlawan super bukan? Tinggal bagaimana diri sendiri mengapresiasi

    ReplyDelete
  41. Aku juga dari latar belakang yang baik mbak. Broken home. Dan alhamdulillah bisa berdamai dengan diri sendiri.

    ReplyDelete
  42. proses penerimaan diri itu memang yang paling berjuang, salut dengan usahanya. kisah ini sangat menginspirasi sekali yaa mba

    ReplyDelete
  43. Sosok pahlawan di hidupku...
    siapa ya...
    gak ada...
    atau belum ada...
    Kadang merasa berdosa juga karena tidak mencantumkan ibu dan ayah sendiri sebagai sosok pahlawan super yang dikagumi.
    Terus terang saja, aku kagum, sayang, dan sangat hormat pada mereka, ayah dan ibu.
    Tapi aku gak mau memasukkan mereka ke dalam kategori 'pahlawan super'.
    kenapa?
    jawabnya ya 'ga tau'
    yah intinya, aku gak punya 'pahlawan super' yang aku jadikan teladan.

    Eh ada satu... Rasulullah SAW
    Hanya Dia...

    ReplyDelete
  44. Videonya Eky beneran mengandung bawang..hiks. Setuju setiap individu bisa menjadi pahlawan untuk dirinya masing-masing. Makasih sudah menuliskan insight yang menarik terkait pahlawan super ini, Mbak

    ReplyDelete
  45. Ibu buat saya juga sosok pahlawan nomor 1, banyak sekali perjuangan yang ibu saya lakukan yang mungkin tidak bisa dilakukan oleh sosok lainnya

    ReplyDelete
  46. Jadi inget kata Teh Diah ya Mbak,, kita tidak bisa mengubah takdir, yang bisa kita ubah adalah respon kita terhadap takdir. Salut deh ama Eky,, bisa move on dari latar belakang ibunya ya

    ReplyDelete
  47. Ada banyak kisah yang tersimpan dan menjadi sebab bagaimana kita bersikap saat ini, semua orang berjuang di jalannya masing2 :)

    ReplyDelete

Post a Comment