header marita’s palace

ASUS ExpertBook B3 Flip (B3402) Dukung Mamah Muda untuk Work From Anywhere

asus expertbook b3 flip b3402
Alhamdulillah, pandemi sudah menyingkir. Artinya, anak-anak kembali sekolah secara offline. Para mamah muda kembali turun ke jalan untuk antar jemput. Tak terkecuali aku.

Spesialnya, tahun ini aku nggak cuma antar jemput si sulung, melainkan juga si bungsu. Ya, anak bungsuku tahun ajaran baru ini akan mulai masuk TK. Kebetulan sekolah yang kupilih buatnya punya jarak yang terbentang cukup jauh dari rumah.

Awalnya sih aku pengen memasukkan si bungsu ke sekolah kakaknya. Biar gampang gitu antar jemputnya. Lokasinya juga masih sewilayah dengan tempat tinggal kami.

Namun setelah berbagai macam pertimbangan, yang nggak sehari dua hari melibatkan diskusi panjang antara aku dan suami, kami memutuskan sebuah sekolah yang letaknya ada di Sampangan. Sementara rumah kami bertempat di Klipang. Artinya untuk menuju ke sekolah si bungsu butuh menempuh jarak hampir 15m. Ya, paling cepat 25 menit lah.
menyambut tahun ajaran baru sekolah
Itu kalau nggak pakai macet. Padahal jalan menuju ke lokasi sekolah si bungsu selalu rawan macet. Apalagi di jam-jam berangkat sekolah.

That’s why ada banyak hal yang harus kupersiapkan sebelum tahun ajaran baru dimulai. Yang pertama tentu saja mempersiapkan mental si anak. Dari melatihnya bangun pagi sampai cari akal agar si bungsu nggak kelelahan dan kebosanan di jalan.

Tak kalah pentingnya, aku juga mempersiapkan beberapa hal yang berhubungan dengan peranku sebagai mamah muda sekaligus seorang pekerja lepas di dunia blogging.

Awal Mula Menjadi Seorang Mamah Muda Freelancer

Sejujurnya aku tak pernah sedikitpun membayangkan akan menjadi seorang pekerja lepas. Walaupun dari TK sampai kuliah nggak pernah punya cita-cita yang jelas, sama sekali nggak pernah berpikir akan menjadi mamah muda yang bekerja dari rumah.
awal mula menjadi working at home mom
Kebetulan aku sendiri tumbuh dengan melihat sosok ibuku yang bekerja sebagai guru. Beliau sosok yang sangat mandiri dan tegas. Ibu tentu saja menjadi role model buatku.

Bahwa seorang perempuan bisa berkarya dan punya karir yang baik di luar rumah, tanpa meninggalkan kewajibannya sebagai seorang ibu dan istri. Ya, meski ibu memilih bekerja di ranah publik, aku tak pernah sedikitpun merasa kesepian atau kehilangan waktu dengannya.

Bisa jadi karena jam kerja guru saat itu nggak sepanjang saat ini ya. Dulu paling lama jam tiga sore ibu sudah pulang ke rumah. Aku masih bisa bermanja-manja dan menghabiskan banyak waktu bersamanya.

Namun siapa sangka, garis takdirku berkata lain. Setelah melahirkan anak pertama, tak terbersit niat untuk resign dari pekerjaanku sebagai asisten manajer di sebuah lembaga pendidikan saat itu.

Aku pun hanya mengajukan cuti melahirkan selama tiga bulan. Ketika cuti sudah kujalani selama satu bulan, aku mulai mencari-cari pengasuh untuk bayiku.

Kupikir akan mudah. Ternyata tak semudah itu. Keluar masuk kampung mencari orang yang bisa mengasuh bayiku, dan tak bisa kutemukan satupun. “Lare-lare sak menika luwih remen nyambut damel dateng pabrik, mbak, daripada didhawuhi momong bocah,” ujar tukang pijat langganan yang kumintai tolong mencarikan pengasuh.

Maksud perkataannya saat itu adalah kalau anak muda di kampung saat ini lebih suka kerja di pabrik daripada harus menjadi pengasuh anak.

Pada tahun 2012, daycare belum menjamur seperti sekarang. Kalaupun ada, rumor yang beredar terlalu menyeramkan. Katanya bayi yang dititipkan akan diberi obat tidur biar nggak rewel, juga banyak kasus-kasus penganiayaan.

Sebagai orang tua baru mendengar rumor tersebut otomatis bergidik ngeri dong. Nggak mau banget keselamatan anak jadi tumbal agar aku bisa kembali ngantor.

Menyewa baby sitter juga bukan opsi yang bisa dipilih. Mengingat perekonomian kami saat itu masih super pas-pasan. Sayangnya lagi, aku juga nggak punya pilihan untuk menitipkan anak ke nenek-kakeknya selama aku bekerja.

Saat anak pertamaku lahir, kondisi ibu sudah sakit stroke. Sementara mama mertua tinggal beda negara dengan kami. Mau nggak mau, kami tumbuh jadi pasangan yang mandiri.

Akhirnya dengan berat hati, aku memutuskan untuk resign agar bisa fokus mengasuh bayiku. Bersyukur ibuku mendukung keputusan tersebut. Menyadari kondisinya yang nggak bisa membantu banyak dan melihat usahaku mencari pengasuh yang benar-benar mentok, ibu memberiku semangat bahwa rezeki nggak akan pernah tertukar.

Sementara suami awalnya ragu-ragu. Maklum kami yang awalnya sama-sama bekerja, istilahnya punya penghasilan dari dua pintu. Apakah mampu bertahan hidup hanya dari satu pintu?

Namun akhirnya dengan kekuatan bulan, eh.. maksudnya dengan tekad yang bulat, aku yakin kami bisa melewati tantangan ini. Benar saja, keyakinan tersebut membuahkan hasil.
awal mula menjadi content writer
Tak berapa lama setelah aku menyerahkan surat resign kepada manajer tempatku bekerja, aku mendapat info pekerjaan dari salah seorang teman. Sebuah pekerjaan yang menjadi langkah awalku sebagai seorang blogger.

Pekerjaan itu bernama content writer. Sungguh cupu aku saat itu. Aku tak tahu kalau ada pekerjaan yang bisa dikerjakan secara remote. Alias nggak perlu ngantor.

Yang aku butuhkan hanyalah laptop dan koneksi internet. Bersyukur saat itu aku sudah punya laptop yang biasa kupakai sebagai sarana mengajar. Namun belum punya wifi seperti sekarang.

Akhirnya terpaksa setiap hari aku harus ke warnet untuk mencari referensi sesuai dengan keyword yang diberikan oleh bosku. Setelah aku merasa referensinya cukup, aku langsung pulang ke rumah.

Artikel referensi yang sudah kusimpan di dalam flashdisk tak bisa langsung kukerjakan. Sebagai seorang ibu dan istri tanpa ART, aku punya tugas domestik yang nggak bisa dilupakan. Untungnya saat itu ada adikku yang bisa ikut bantu-bantu mengerjakan beberapa urusan domestik.

Setelah urusan domestik kelar, baru deh aku bisa mengerjakan tugasku sebagai penulis konten freelance. Scope of work-ku saat itu adalah menulis 5-7 artikel setiap hari.

Awal-awal sih sungguh tak mudah. Baru juga nulis setengah artikel, bayiku bangun minta ASI atau minta diajak main. Menyelesaikan tiga artikel butuh waktu hingga setengah hari, apalagi tujuh.

Namun dengan bertambahnya jam terbang, otak dan jemariku mulai terbiasa. Terlebih saat anak makin besar dan bisa dikasih tahu kalau ibunya perlu kerja di jam-jam tertentu.

Oya, saat belum punya koneksi internet di rumah, aku akan balik ke warnet pada jam 5 sore atau selepas maghrib untuk menyetorkan hasil tulisan via email. Begitu ritme kerja yang harus aku jalani sampai kurang lebih enam bulanan.

Melihat prospek pekerjaanku sebagai content writer cukup oke, ditambah dapat bos yang sangat baik, suamiku kemudian membelikan aku modem portable. Suami kasihan sama aku yang harus bolak-balik ke warnet buat kerja.

Alhamdulillah sejak ada modem portable hingga kemudian meningkat dengan berlangganan koneksi wifi, pekerjaanku sebagai freelance content writer bisa berjalan dengan optimal.

Suka Duka Mamah Muda Pekerja Freelancer

Kalau ngomongin kerja sebagai freelancer, tentu saja ada suka dan dukanya. Apalagi sebagai mamah muda yang masih punya anak balita, nggak mudah bo!

Yang paling menantang sih tentang manajemen waktu. Harus kuakui saat menemukan profesi content writer, aku seperti menemukan hidden gem in my life.

Selama aku hidup saat itu, baru tahu kalau ada kerjaan yang bisa dilakukan secara remote. Nggak harus ngantor. Nggak perlu pakai baju rapi, nggak perlu dandan. Bahkan nggak mandi pun, nggak akan ada yang mempermasalahkan. Yang penting kerjaan beres.
multitasking mom
Asyiknya lagi, aku masih tetap bisa mengasuh anak dan merawat ibuku yang stroke. Aku nggak perlu keluar biaya buat bayar pengasuh.

Di sisi lain, ada kalanya aku stress luar biasa. Aku typical orang yang kalau sudah fokus sama sesuatu, pengennya langsung menuntaskan saat itu juga.

Sayangnya sebagai seorang ibu yang masih punya balita, fokus itu seringkali terpecah. Saat lagi enak-enaknya menyusun kalimat demi kalimat, eh si baby kebangun. Mau nggak mau harus stop menulis.

Begitu nanti bisa menghadap laptop lagi, aku kesusahan meneruskan apa yang sudah aku tulis sebelumnya. Akhirnya ulang dari awal, bikin artikel baru, wkwk.

Tak jarang aku juga mengalami kelelahan maha dahsyat. Pernah aku merasa di titik terjaga hampir 24 jam. Tidur nggak nyenyak, selalu terbayang-bayang dengan task dan deadline.

Saat sudah punya koneksi internet di rumah, aku lebih sering menulis saat dini hari karena minim gangguan. Kadang subuh baru kelar.

Cita-citanya sih habis itu rebahan. Namun nggak segampang itu, Ferguso, wkwk. Ada anak yang udah bangun dan minta diajak main. Adapula ibu yang harus dimandikan. Belum lagi cucian baju dan piring kotor yang minta disentuh.

Karena kelelahan, aku jadi gampang emosi. Apalagi saat harus menjalani long distance marriage sama suami. Merasa ditinggal, merasa kesepian, merasa apa-apa sendiri. Tambahlah sensi hingga post partum depression pun sempat menghinggapi.

Untungnya aku kemudian tersadar bahwa semua yang terjadi saat itu karena aku terlalu perfeksionis. Kupikir ibu yang hebat itu adalah sosok wonder woman. Semua harus dikerjakan sendiri.

Padahal kan nggak ya? Aku mulai menata ulang mindset dan memperbaiki beberapa hal agar tugasku sebagai ibu, istri, anak dan content writer berjalan seimbang.
redesign visi misi menjadi seorang ibu
Beberapa hal yang kulakukan antara lain;
  • Mendelegasikan beberapa pekerjaan yang bisa didelegasikan. Seperti, membawa cucian ke laundry atau memanggil ART pocokan khusus untuk bersih-bersih rumah. Jika nggak memungkinkan masak, bisa beli sayur matang di warung atau pesan katering di tetangga.
  • Membuat kandang waktu. Aku mulai menyusun skala prioritas. Mana yang lebih utama, mana yang dikerjakan setelahnya.
  • Menurunkan standar. Aku belajar untuk nggak perfeksionis. Ada beberapa hal yang nggak bisa jalan sesuai yang aku mau. Seperti rumah nggak selalu bisa rapi, dan berani meminta tolong.
Setelah tiga hal sederhana itu aku lakukan, aku menjalani pekerjaanku sebagai seorang freelancer yang juga seorang mamah muda dengan senang gembira. Lelah tentu masih ada, tapi aku tak lagi menuntut diriku terlalu tinggi. Lelah, ya take a rest aja dulu.

Namun bukan hidup kalau tantangan berakhir di situ. Mamah muda dengan satu anak dan dua anak tentu saja punya tantangan yang berbeda.

Ketika anak bungsuku lahir, aku memutuskan untuk mengakhiri kerja samaku dengan bos yang super baik. Sayang sebenarnya. Dari beliau aku belajar tentang nulis artikel dan sedikit tahu tentang kaidah SEO on Page.

Sosoknya juga sangat humble dan begitu dermawan. Mana ada zaman segitu kerja remote, gaji UMR dan masih dapat tunjangan internet, THR dan bonus tahunan?
mamah mudah bekerja dari rumah
Namun keputusan harus diambil, prioritasku saat itu ya anak-anak. Di tahun itu pula, tepatnya pada 2016, aku mulai menjalani setapak demi setapak a life of professional blogger. Diawali dengan memasang TLD (Top Level Domain) untuk blog yang saat ini teman-teman kongkow sedang baca.

Sebagai seorang blogger, pekerjaanku jadi lebih fleksibel. Aku nggak ada kewajiban untuk setor tulisan tiap hari. Aku bisa mengatur kapan waktu yang pas untuk update tulisan.

Namun saat memutuskan untuk nyemplung semakin dalam di dunia blogging, hingga punya blog lebih dari satu. Alhamdulillah klien demi klien berdatangan. Mau nggak mau, aku mulai bikin jam kerja yang harus kupatuhi kalau nggak mau keteteran.

Mamah muda dengan anak dua yang kakak adik berjarak lima tahun ini mulai bisa menikmati ritmenya sebagai seorang freelance blogger. Hingga makin hari, usia anak makin bertambah. Tantangan baru mulai muncul di depan mata.
tantangan untuk mamah muda dan freelance worker
Yang tadinya semua pekerjaan freelance bisa dilakukan dari rumah, kini nggak lagi. La kenapa begitu, mbak?

Seperti yang kuceritakan di awal, anak bungsuku mulai sekolah tahun ini. Jarak sekolah yang cukup jauh dari rumah cukup menghabiskan waktu untuk pulang pergi.

Ada jam-jam di mana seharusnya aku produktif di depan laptop, eh masih harus ‘mengukur jalan.’ Padahal bisa jadi di jam-jam produktif itu aku ada event webinar, ada jadwal ngepost artikel dari klien dan hal-hal lainnya yang sebelumnya gampang aja dilakukan dari rumah.

Bisa saja sih melakukan semua aktivitas itu via smartphone. Namun sayangnya aku kadung nyaman bekerja menggunakan laptop. Apalagi jariku tuh termasuk ukuran raksasa. Kalau ngetik pakai smartphone sering typo. Kerjaan bukannya makin cepat kelar, malah makin lama.

Mungkin sohib kongkow lalu akan menyarankan, “Ya udah to mbak, laptopnya dibawa aja. Terus cari tempat yang ada wifinya, udah deh bisa kerja dari situ.”

That’s actually good idea. Namun aku merasa butuh alat kerja yang lebih memadai. Alat kerja yang punya fitur-fitur impian, seperti:
laptop untuk kebutuhan mamah muda sekaligus freelancer
  • Bisa dipakai internetan tanpa harus cari wifi.
  • Ringan, tapi kuat. Karena bakal aku bawa ke mana-mana. Pengennya yang tahan goncangan, tapi enteng saat harus dibawa berkendara.
  • Bisa digunakan sebagai tablet dan punya layar touchscreen. Soalnya nih, mulai beberapa bulan lalu aku buka kelas blogging offline. Ternyata kalau menjelaskan sesuatu hal, tanganku suka gatal scrolling layar laptop. Kurasa kalau punya laptop berlayar touchscreen, akan lebih mudah buatku menyampaikan isi materi. Bisa zoom in zoom out lebih mudah juga.
  • Berhubung aku akan lebih sering berada di jalan daripada di rumah. Notabene bakal sering bertemu dengan suasana riuh dan ramai, laptop yang punya fitur noise canceling pastinya sangat membantu sih.
Hmm, tapi ada nggak ya laptop yang punya fitur dan fasilitas seperti di atas?

Kalau ada, bakalan kukejar sampai dapat deh. Mana laptop yang saat ini kupakai kerja mulai sering error. Audionya tiba-tiba suka bermasalah. Bunyi ngiiiing keras sekali.

Padahal aku butuh bikin video tutorial untuk kelas blogging online dua kali seminggu. Kondisi error pada laptop ini jelas sangat mengganggu karena suaranya masuk ke video. Aku juga jadi susah kalau mau memutar file video dan audio karena jadi nggak bisa menikmati suaranya.

Ikut webinar juga jadi nggak nyaman dengan kondisi laptop seperti sekarang. Makanya nih, pals… lagi butuh laptop baru yang bener-bener bisa mendukung kerjaku as freelancer mom secara optimal. Ada ide laptop mana yang harus kuadopsi?

ASUS ExpertBook B3 Flip (B3402), Solusi WFA Terbaik

Ahaaay, akhirnya semua harapanku itu terkabul. Di bulan Juni 2022 ini, ASUS, brand laptop favoritku, mengeluarkan dua tipe ExpertBook terbaru.
Era Work from Anywhere is Coming!
Begitulah sepenggal kalimat yang kurasa bisa mewakili keunggulan dua produk ExpertBook ini. Jimmy Lin, ASUS Regional Director Southeast Asia, mengungkapkan bahwa ASUS ExpertBook adalah seri laptop yang dirancang khusus untuk mengutamakan produktivitas dan mobilitas. 

Dua seri terbaru ExpertBook hadir pertama kali di Indonesia dengan mengusung fitur konektivitas 4G dan 5G. Dua seri tersebut adalah ExpertBook B3 Flip (B3402) dan ExpertBook B7 Flip (B7402F).
mamah muda jatuh cinta pada asus expertbook b3 flip
Menimbang isi kantongku, sepertinya aku akan menjatuhkan pilihan pada ASUS ExpertBook B3 Flip (B3403). Mau tahu apa saja alasanku memilih laptop canggih seri ExpertBook ini?

1. Koneksi 4G Anti Mati Gaya

Ya memang bisa sih bawa laptop lalu cari kafe atau coworking space yang ada koneksi wifinya, terus anteng deh kerja di sana sampai jam pulang sekolah anak datang. Namun kuhitung-hitung kok ya bokek kalau ngafe terus, pals, wkwk.

Belum lagi koneksi wifi di ruang publik jelas berbeda dengan koneksi wifi di rumah. Pertama, biasanya tuh lebih lambat. Namanya juga dipakai banyak orang kan?

Kedua, koneksinya kurang private. Kebocoran data bisa banget terjadi. Mana aku tuh suka teledor masalah password dan lain-lain, keknya kurang sreg aja gitu kalau pakai wifi publik.

Nah, segala kekhawatiranku di atas langsung teratasi sama si ExpertBook B3 Flip (B3402). Sebuah laptop bisnis keluaran ASUS yang pertama kali memiliki fasilitas konektivitas 4G LTE.
expertbook b3 flip anti mati gaya
Dengan adanya fitur ini, aku bisa kerja di manapun dan kapanpun. Nggak perlu pusing cari wifi, karena laptop ini punya koneksi 4G untuk selalu terhubung ke internet. Hebatnya lagi, konektivitas ini bisa didapatkan tanpa perlu adanya modem tambahan.

Modem 4G pada ExpertBook B3 Flip (B3402) sudah terintegrasi. Artinya, laptop ini langsung terhubung dengan jaringan seluler tanpa perangkat perantara. Dah kek smartphone gitu loh, pals. Udah ada slot untuk SIM Card. Canggih kan?

Jadi, aku mau kerja dari depan sekolah si anak bungsu. Atau kerja dari taman kota juga bisa deh. Bahkan misal one day aku lagi camping sama keluarga di tempat terpencil yang susah wifi, aku nggak perlu bingung lagi saat harus webinar atau posting-posting artikel.

2. Dapur Pacu yang Oke Punya

Keunggulan lain yang dimiliki laptop seri bisnis dari ASUS ini yaitu dapur pacunya yang super tangguh. Jelas saja, sebagai istri programmer yang kerapkali diajak ngobrolin perkembangan IT, prosesor yang dibenamkan di dalam laptop ini jelas mencuri hatiku seketika.
Laptop Bisnis ASUS ExpertBook B3 Flip (B3402) sudah diperkuat oleh prosesor Intel® Core™ generasi ke-11 terbaru dan juga Intel® Iris® Xᵉ graphics.
Laptop yang kupakai saat ini masih setara dengan Intel® Core™ generasi delapan. Itu aja aku udah cukup puas. Namun suatu hari, suamiku membawa laptop kantornya yang ditenagai prosesor Intel® Core™ generasi ke-11, dan itu gahar bangeeet.

Jangankan untuk nulis, buat buka 50 tab di browser saat nyari referensi artikel atau blogwalking aja enteng beud. Belum lagi kalau butuh ngedit video, sangat aman terkendali. Dahlah, sejak hari itu aku bercita-cita untuk punya laptop dengan prosesor yang sama.

Oya, laptop ini hadir dengan dua jenis prosesor kek gini nih;
  • Intel® Core™ i5-1135G7 Processor 0.9-2.4 GHz (8M Cache, up to 4.2 GHz)
  • Intel® Core™ i7-1165G7 Processor 1.2-2.8 GHz (12M Cache, up to 4.7 GHz)
Aku bisa punya yang Intel® Core™ i5 aja udah bahagia, pals. Kalau kalian?
dapur pacu gahar asus expertbook b3 flip
Selain prosesornya yang ampuh, ExpertBook B3 Flip (B3402) ini juga dilengkapi dengan grafis Iris® Xe dan intel WiFi 6 yang supercepat. Dengan dua fitur ini, grafisnya makin hidup dan komputasi lebih cepat serta responsif. Say no to loading lama, dan siap-siap betah memandang layar yang tampilannya oke punya.

ASUS nampaknya tahu bagaimana caranya memanjakan mamah muda pekerja freelancer yang gampang stres soal kecepatan, makanya ditaruhlah memori DDR4 onboard yang ukurannya nggak kira-kira. 16GB, pals!

8GB aja udah lari kenceng buat ukuran blogger. Gimana kalau dua kali lipatnya, ye kan? Kayanya baru mikir ide, sedetik kemudian tulisan udah jadi sih, wkwkw.

Amazingnya lagi, laptop bisnis ini dilengkapi juga dengan slot SO-DIMM yang berfungsi untuk meningkatkan memori hingga 48GB! Ajib kan?

Masalah storage juga nggak perlu khawatir. Laptop ini tentu saja sudah menggunakan storage jenis NVMe™ PCIe® 3.0 SSD. Makin mantap no ngelag-ngelag sih ini.

Untuk ukurannya sendiri ada dua versi; 512GB M.2 NVMe™ PCIe® 3.0 SSD atau 1TB M.2 NVMe™ PCIe® 3.0 Performance SSD. Sohib kongkow pilih yang ukuran mana nih?

3. Ringan dan Multifungsi

Berhubung nantinya laptop ini bakal sering aku bawa ke mana-mana. Ringan dan tipis adalah syarat mutlak yang harus dipenuhi. Alhamdulillah ASUS mewujudkannnya melalui ExpertBook B3 Flip yang beratnya hanya 1.61 kg.
laptop bisnis asus expertbook ringan dan multifungsi
Meski dibekali dengan layar 14 inch, namun ia tetap tipis. Memiliki dimensi 32.90 x 22.39 x 1.92 ~ 1.95 cm, bodi laptop ini jelas sangat ringkas sehingga mudah dibawa berkendara.

Tak hanya itu, laptop ini juga multifungsi karena hadir dalam desain convertible yang fleksibel. Mau dipakai sebagai laptop hayuk, mau diubah jadi tablet juga bisa. Ya Allah, laptop impian banget nih, pals.

4. Memiliki Port Super Lengkap

Hasil dari pengamatan suami nih, laptop-laptop keluaran baru banyak yang mengejar bodi tipis, tapi akhirnya mengurangi fitur port yang dimiliki. Namun berbeda dengan ExpertBook B3 Flip. Cuzz deh tengok fasilitas port yang dimilikinya;
i/o port asus expertbook b3 flip b3402
  • 1x USB 2.0 Type-A
  • 1x USB 3.2 Gen 1 Type-A
  • 2x Thunderbolt™ 4 USB Type-C, supports display/ power delivery
  • 1x HDMI 2.0a
  • 1x 3.5mm Combo Audio Jack
  • 1x RJ45 Gigabit Ethernet
  • Micro SD card reader + SIM card slot
Komplit kan? Nggak perlu bingung kalau butuh nyolokin flashdisk, menghubungkan ke proyektor saat butuh presentasi ataupun mau mengoneksikan dengan LAN.

Laptop bisnis ini juga sudah dibekali hardware terkini yang sangat efisien dalam hal konsumsi daya. Ditambah dengan opsi pengisian daya yang fleksibel melalui port Thunderbolt 4 USB Type-C, ExpertBook B3 Flip bakal jadi teman terbaikku untuk tetap produktif sepanjang waktu.

5. Webcam Jernih with Noise Reduction

Meski pandemi sudah berakhir, event webinar nampaknya sudah menjadi new normal bagi hampir semua event berskala nasional. Mungkin karena dianggap lebih ekonomis dan mampu menjangkau lebih banyak peserta ya.

Nah, aku tuh suka sedih kalau lagi ada acara webinar. Soalnya, kualitas webcamku masih jelek banget. Jadi buram gitu lo. Terus kalau buat ngezoom, belum bisa dikasih background.

Aku harus cari spot yang bener-bener kosong baru gambar background bisa dipakai. Beda sama laptop kantor suami yang di manapun lokasinya, fitur background tetap bisa jalan. Duh, mupeng banget punya laptop kek gini.
kualitas webcam asus expertbook b3 flip
Nah, ExpertBook B3 Flip (B3402) ini menghadirkan teknologi 3D noise-reduction (3DNR) yang inovatif pada webcam-nya. Teknologi tersebut mampu mengurangi 94% noise acak yang secara alami memengaruhi kamera apa pun.

Jadi nggak perlu khawatir lagi saat webinar dengan situasi cahaya redup atau kondisi yang kurang mendukung. Teknologi noise-reduction ini bisa meningkatkan kualitas gambar tanpa memengaruhi tingkat eksposur atau detail.

Nggak main-main, webcamnya sudah berukuran 720p HD yang hadir bersama dengan kamera beresolusi tinggi 13 MP. Dilengkapi juga dengan privacy shutter yang akan memudahkan dalam pengambilan gambar.

Uniknya, kamera di laptop bisnis ASUS terbaru ini punya dua posisi. Bisa disesuaikan dengan kebutuhan, entah saat diposisikan dalam mode laptop, tablet ataupun berdiri seperti tenda.

6. Webinar Nyaman dengan Teknologi Noise-canceling Audio

Melengkapi webcam yang nggak kaleng-kaleng, ExpertBook B3 Flip juga membenamkan teknologi peredam bisi AI dua arah. So, saat lagi berada di ruang publik yang rame, entah itu taman atau kafe, aku tetap bisa menikmati webinar dengan nyaman.

Teknologi peredam bising alias noise-canceling audio ini mampu menyaring kebisingan di sekitar speaker. Selain itu juga bisa menghilangkan kebisingan dari lawan bicara.
fitur noise canceling pada audio asus expertbook
Jadi kalau fitur ini diaktifkan, meski berada di tempat ramai sekalipun, saat kita aktifkan microphone, orang tahunya kita lagi di ruangan yang sepi dan nggak ada gangguan di belakang. Cocok kan?

Fitur yang pas banget sih ini buat para mamah muda yang sering ikut webinar ke sana ke mari. Bahkan meski nggak lagi di ruang publik, fitur ini juga sangat helpful.

Tahu sendiri kan kadang di rumah kacaunya seperti apa. Yang anak teriak-teriaklah, berantemlah. Hmm, pokoknya ada aja deh keseruan webinar of mamah muda’s life, wkwk.

7. Aman untuk Si Mata Empat

Sebagai si mata empat yang punya minus di angka sembilan, dokter mataku sudah mewanti-wanti untuk mengurangi jam kerja di depan laptop. Tapi gimana dong ya… wong dapat cuannya dari situ, susah kan?

Makanya, salah satu ikhtiar yang bisa kulakukan adalah mencari laptop yang ramah buat si mata empat. Nah, ExpertBook B3 Flip ini jawabannya.

Pertama, layarnya gede, 14 inch. Buatku ini ukuran yang paling pas. Kalau layar 13 inch buatku masih terlalu sempit, sementara kalau 15 inch suka kegedean.
laptop bisnis asus ramah mata
Meski 14 inch dan punya fitur wide view, laptop ini tetap terlihat manis dan ramping karena screen-to-body ratio-nya mencapai 81 %. Buat kerja sehari-hari dan sesekali buat ngedrakor, layar WUXGA (1920 x 1200) dengan ukuran 16:10 dan LED Backlit, 500nits, serta sRGB 100%, aman banget lah buat mata.

Apalagi ditambah adanya fitur anti-glare display dan panel touchscreen yang sudah disertifikasi oleh TÜV Rheinland untuk emisi cahaya biru yang rendah. Dahlah, laptop ini bener-bener cucok untuk membantu melindungi mata dari potensi bahaya.

Aku bisa bekerja dengan tenang tanpa takut mata makin rusak. Begitu juga saat laptop dipinjam anak buat belajar atau nonton YouTube, nggak perlu worry deh.

8. Tetap Bersih Meski Digotong Ke Mana-mana

Sejak kemunculan corona, tingkat awareness kita sama kesehatan pastinya meningkat, ya nggak sih? Dan sepertinya ASUS paham akan hal tersebut.

Menyadari bahwa permukaan laptop mampu menyimpan ribuan bakteri yang berpotensi berbahaya, keyboard, touchpad, dan palm rest ExpertBook B3 Flip dilindungi dengan perawatan antibakteri sehingga laptop ini akan tetap higienis.
asus expertbook anti bacterial guard
Teknologi antibakteri yang dihadirkan ASUS ini telah meraih standar ISO 22196 yang diakui secara internasional mampu menghambat pertumbuhan bakteri lebih dari 99% selama periode 24 jam.

ASUS Antibacterial Guard juga dibuat untuk tahan terhadap produk pembersih berbasis alkohol dan air asam hipoklorit. Selain berfungsi untuk menjaga permukaan laptop tetap bersih dan sehat, fitur ini juga mampu membatasi penyebaran bakteri berbahaya.

ExpertBook B3 Flip semakin terasa istimewa karena dilengkapi juga dengan fitur khusus untuk meningkatkan durabilitas penggunaannya, misal: keyboard yang tahan terhadap tumpahan air, hingga port yang dibekali dengan rangka konstruksi khusus agar tidak mudah rusak. Beneran top banget laptopnya ya, pals. Yuk, mupeng berjamaah.

9. Aman dari Benturan di Jalan

Seperti yang kuceritakan di bagian atas, salah satu wishlist-ku adalah pengen punya laptop tahan benturan karena bakal sering dibawa ke mana-mana. Lagi-lagi ASUS ExpertBook B3 Flip menjawab kebutuhanku tersebut.
military grade ASUS ExpertBook B3 Flip
ASUS telah merancang laptop bisnis ini sedemikian rupa sehingga bisa memenuhi dan melampaui ambang batas industri yang ketat, termasuk standar militerAS MIL-STD 810H. Tesnya aja beragam, dicek apakah laptopnya bertahan pada kondisi ekstrem, mulai dari suhu beku hingga panasnya badai gurun.

Tak hanya itu, laptop bisnis ASUS ini juga sudah dites mampu melewati guncangan berkecepatan tinggi hingga gundukan sehari-hari. B3 Flip juga menjalani pengujian internal yang ketat, termasuk uji tekanan panel, guncangan, dan jatuh untuk memastikan ketahanannya.
durability dari ASUS ExpertBook B3 Flip
Selain jadi nggak was-was bawa laptop ini ke mana-mana, aku juga bakal sedikit tenang saat anak-anak menggunakan laptopnya. Tahu sendiri kan anak-anak suka usil dan nggak bisa anteng. Alhasil kadang laptop suka jatuh kesenggol.

10. Catatan Meet Up Jadi Rapi dan Elegan

Kapan hari saat ada meeting dengan calon fasilitator untuk sebuah event online, aku melihat salah seorang peserta sedang membuat catatan di atas tabletnya menggunakan stylus. Duh, seketika aku langsung mupeng.

Kalau nanti aku berhasil punya ExpertBook B3 Flip, keinginanku itu akan terealisasi. Yup, laptop ini mendukung fitur stylus. Jadi buat bikin catatan meet up, menandai dokumen ataupun buat yang suka coret-coret, membantu banget deh.
stylus ASUS ExpertBook B3 Flip
Hanya saja, riskannya kalau ada stylus adalah terkait penyimpanan. Namun sepertinya ASUS sudah memikirkan hal ini dengan seksama. Nyatanya sengaja tuh dibikin tempat menyimpan stylus di bagian samping laptop.

Nggak perlu worry stylus bakal hilang deh. Kerennya lagi, stylus ini bisa dipakai sampai 45 menit walah hanya diisi daya selama 15 detik. Cocok banget buat mamah muda yang suka nggak sabaran ini, wkwk.

11. Fitur Lainnya yang Makin Bikin Jatuh Cinta Berjuta Rasanya

10 hal di atas sebenarnya sudah cukup menguatkanku untuk melangkahkan kaki ke toko laptop dan mengadopsi ExpertBook B3 Flip. Namun semakin aku mencari tahu keunggulan laptop ini, semakin aku jatuh cinta sama fitur-fitur lainnya. Penasaran, apa sajakah itu?

A. Pengalaman Mengetik Terbaik

Pernah merasakan ngetik dengan laptop berbagai brand, kuakui keyboardnya ASUS paling juara sih. Nyaman dan nggak bikin cepet capek. Makanya jangan heran kalau sudah di depan laptop ASUS, bisa ngetik sampai berjam-jam.

Keyboard ExpertBook B3 Flip juga sudah dilengkapi dengan lampu latar. Jadi kalau aku ngetik dini hari dan pakai lampu temaram, nggak perlu takut salah mencet huruf deh.
pengalaman mengetik dengan laptop ASUS ExpertBook B3 Flip
Selain keyboardnya yang oke punya, berikut ini beberapa fitur yang bisa meningkatkan produktivitas dan kenyamanan mengetik:
  • NumberPad 2.0 - Yaitu keypad numerik dengan sinar LED yang cakep untuk mempermudah mengetik angka. Posisi NumberPad 2.0 ini ada di touchpad. Jika biasanya touchpad hanya dipakai untuk menjalankan kursor, di laptop bisnis ini juga bisa digunakan sebagai NumberPad 2.0. Seru ya?
  • Pintasan Tombol Fungsi - Shortcut super lengkap. Mulai dari fungsi screenshot, mengaktifkan webcam, menonaktifkan mikrofon, mengaktifkan noise-canceling AI, atau mengakses aplikasi MyASUS bisa dilakukan hanya melalui pintasan tombol fungsi.
  • Indikator Status Pengguna LED - Pernah nggak sih lagi serius menyimak webinar, eh diajak ngobrol ama suami atau orang di dekat kita? ASUS tahu banget nih kondisi kaya gitu tuh nggak banget, makanya pada ExpertBook B3 Flip dihadirkan indikator berupa lampu LED kecil yang terletak di bagian penutup. Lampu ini akan otomatis menyala saat kita sedang aktif webinar, entah pakai Skype, Teams, Zoom atau Google Meet. Jadi kita bisa ngasih tahu ke anak dan suami, kalau lampunya nyala jangan ganggu dulu ya.

B. Fitur Keamanan Tiada Tanding

Sebagai laptop bisnis, keamanan adalah hal paling utama. Nggak heran kalau sistem keamanan ExpertBook B3 Flip lebih tinggi dibanding laptop ASUS lainnya.
security ASUS ExpertBook B3 Flip
Fitur keamanan yang dimiliki antara lain; sensor sidik jari, pelindung webcam yang bisa menjaga gambar kita agar nggak bocor ke mana-mana, TPM 2.0 yang memastikan bahwa penyerang tidak mengintip kehidupan pribadi kita di balik layar dan hadirnya slot kunci Kensington akan melindungi privasi dan rahasia bisnis yang tersimpan dalam ExpertBook B3 Flip.

C. Berbisnis Jadi Lebih Mudah

Serunya lagi nih, aku kan masih dalam proses membangun Blogspedia Group. Boleh lah ya berandai-andai, semua timku nantinya akan menggunakan ExpertBook B3 Flip. Dengan begini, aku akan lebih mudah mengelola bisnis yang kurintis.
asus expertbook B3 laptop bisnis terbaik
ASUS telah membuat sistem sedemikian rupa agar bisnis bisa dijalankan dengan optimal dengan laptop ini. Salah satunya adalah memungkinkanku untuk mengawasi dan mengelola aset bisnis dari jarak jauh, sehingga lebih hemat waktu dan uang dong. Untuk mencapai kemudahan itu, ExpertBook B3 Flip sudah dilengkapi dengan aplikasi MyASUS, ASUS Control Center, dan ASUS Business Manager.
spesifikasi ASUS ExpertBook B3 Flip dan harganya
Menyandang predikat mamah muda sekaligus pekerja freelance yang sebentar lagi bakal lebih sering di jalan daripada di rumah, ASUS ExpertBook B3 Flip (B3402) jelas akan jadi partner kerja terbaik. Dengan semua fitur yang sudah kujembrengkan panjang kali lebar di atas, sohib kongkow kini pasti sudah tahu kan alasannya kenapa aku bisa semupeng ini?

Lebih dari itu semua, aku yakin menjatuhkan pilihan pada laptop bisnis berkonektivitas 4G ini because it’s ASUS! Sebagai pengguna setia ASUS, aku tahu banget bagaimana service center-nya yang keren banget.

In case ada masalah sama laptopnya, aku nggak perlu puyeng, karena ASUS punya CS yang bisa dihubungi 24 jam dan myASUS App yang mempermudah kita buat hubungi customer service, lihat status perbaikan, baca panduan produk, dan lainnya.

Kerennya ASUS, brand ini selalu kasih 2 tahun garansi global. Sebagai bukti kalau produknya sangat apik dan berkualitas. Jadi makin yakin deh. Kalau temen-temen kongkow gimana nih? Mau juga kembaran sama aku?
mamah muda siap wfa dengan ASUS ExpertBook B3
Yuk, beli bareng ASUS ExpertBook B3 Flip (B3402) dan bersiap buat bisa kerja dari mana saja dan kapan saja. Happy WFA, pals!***


Artikel ini diikutkan dalam ASUS ExpertBook B3 Flip (B3402) & B7 Flip (B7402) Blog Writing Competition diselenggarakan oleh ASUS x Handikoo.



Sumber:
  • https://www.asus.com/Laptops/For-Work/ExpertBook/ExpertBook-B3-Flip-B3402-11th-Gen-Intel/
  • https://www.handikoo.com/2022/06/asus-expertbook-b3-flip-b3402-laptop.html
Marita Ningtyas
A wife, a mom of two, a blogger and writerpreneur, also a parenting enthusiast. Menulis bukan hanya passion, namun juga merupakan kebutuhan dan keinginan untuk berbagi manfaat. Tinggal di kota Lunpia, namun jarang-jarang makan Lunpia.

Related Posts

13 comments

  1. Aaaa, bikin pingin. Tiap kali pengen beli laptop cari-cari info review dari Coach Marita, selalu detil banget kan reviewnyaa, sangat informatif. 😊

    ReplyDelete
  2. Wow, super sekali perjalanan Mbak Marita. Dari content writer, blogger, sampai jadi bloggerpreneur. Bangga bisa menjadi salah satu murid Mbak Mar.
    Semoga semakin kece badai ngeblognya dengan ASUS expertbook B3 flip, Mbak

    ReplyDelete
  3. Mupeng ah sama segala dalamannya ASUS ExpertBook B3 Flip (B3402), gilaaa petcaahh semua ya.. Ahh aku mau donk punya ini satu. Plisss

    ReplyDelete
  4. Setelah baca ulasan lengkapnya ini jadi pengen punya Asus ExpertBook juga deh mbak

    ReplyDelete
  5. Aaa...mau bangeeett...kalau punya laptop keren kayak gini bakal lebih rajin nge blog nya nih

    ReplyDelete
  6. Lagi butuh laptop juga nih... keren banget ya ASUS, makin inovatif

    ReplyDelete
  7. Ampunn...ga kuat lihat fitur-fitur dari ASUS ini. Hiks,,,, bikin ingin memiliki tapi apa daya belum bisa terbeli. Mau beli ntar ada inovasi baru lagi. :D

    ReplyDelete
  8. Begitu detailnya ya Asus expertbook ini dalam menghadirkan prodak baru, buat kerja oke, bisnis the best, buat kalangan pendidikan juga iyes, sempurna

    ReplyDelete
  9. Wah lumayan banget ya mbak, 25 menitan anter jemput. Emang butuh banget gadget buat kerja di luar rumah. Seru juga ya sambil nunggu jemput, kerja di cafe pake ASUS ini. Mana ada stylus, spesifikasinya mantap. Bismillah semoga aku kebeli :')

    ReplyDelete
  10. Laptop y tahan benturan ini salah satu keinginanku jg.. Huhuu,, apalagi kalau jalan di Jogja ini banyak gang" dan gundukan jg terjalan dimana-mana ya.. Tp kalau jatuh bisa tahan jg kah? Penasaran nih jadinya..

    ReplyDelete
  11. keren banget fiturnya, bikin blogger bisa kerja di mana aja ya mba mar, aku pengen deh dikasih satu hahahaha

    ReplyDelete
  12. Very efficiently written information. For sure i will check out more posts. Thanks
    온라인카지노
    바카라사이트
    카지노사이트
    온라인카지노

    ReplyDelete

Post a Comment